Bendera ini didasarkan pada bendera milik Willem van Oranje (Willem Sang Pendiam), sehingga dinamakan demikian. Warnanya terdiri dari oranye, putih, dan biru. Berdasarkan nama Prancis dari warna-warna tersebut, orange-blanc-bleu, bendera ini juga dikenal dalam bahasa Belanda dengan rima oranje-blanje-bleu atau ranje-blanje-bleu.
Namun, bendera ini kemudian menjadi kontroversial di Belanda karena penggunaannya oleh Gerakan Nasionalis-Sosialis (NSB) yang pro-Nazi pada tahun-tahun sebelum dan selama Perang Dunia II. Saat ini, bendera tersebut dipakai oleh sebagian besar aktivis sayap kananekstrem di Belanda, serta dalam rekonstruksi sejarah.[1][2]
Penggunaan
Demonstran membawa Bendera Pangeran di Amsterdam, 2022
Bendera Pangeran dikibarkan dari menara tua Gereja Matthias di Warmond pada tahun 2013 sebagai bagian dari perayaan 200 tahun Kerajaan Belanda.[3]
Pada tahun 2011, dua anggota parlemen dari Partai untuk Kebebasan (PVV) memasang Bendera Pangeran di kantor mereka di gedung parlemen. Setelah menuai sorotan, bendera tersebut diturunkan. Mantan anggota DPR Belanda Wim Kortenoeven menyatakan terganggu dengan konotasi negatif bendera itu, karena menurutnya bendera tersebut telah “dibajak” oleh NSB.[7] Pada 21 September 2013, dalam sebuah protes PVV di Den Haag, sejumlah peserta membawa Bendera Pangeran. Pada minggu yang sama, ketika Geert Wilders berbicara di Dewan Perwakilan Rakyat, Alexander Pechtold menyebut bendera itu sebagai “bendera NSB”, yang membuat Wilders menanggapinya dengan menyebut Pechtold sebagai “orang kecil yang menyedihkan, hina, dan munafik”.[8][9] Sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Pechtold, setidaknya lima anggota parlemen PVV—yakni Martin Bosma, Reinette Klever, Machiel de Graaf, Harm Beertema, dan Barry Madlener—mengenakan pin Bendera Pangeran di jas mereka.[10][11]