Prigen (bahasa Jawa: ꦥꦿꦶꦒꦺꦤ꧀) (juga sering disebut Tretes (ꦠꦿꦺꦠꦺꦱ꧀)) adalah kecamatan paling barat dari Kabupaten Pasuruan. Prigen terletak di kaki Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Penanggungan. Kecamatan ini merupakan salah satu pusat pariwisata di Kabupaten Pasuruan karena selain suasananya yang hijau dan sejuk, juga menjadi destinasi yang mudah dicapai dari arah Surabaya maupun Malang. Prigen cukup dekat dari jalan nasional serta terdapat akses langsung dari Gerbang Tol Pandaan. Beberapa ikon wisata di Prigen di antaranya Taman Safari Prigen, Dairyland Theme Park yang dikelola Cimory, Candi Jawi, serta Air Terjun Kakek Bodo dan Putuk Truno.[1][2][3] Prigen juga terdapat banyak hotel dan vila yang dapat disewa oleh para wisatawan. Di antara berbagai vila tersebut, Taman Dayu merupakan kompleks vila terbesar di Prigen yang dikelola oleh Ciputra Group. Ikon dari kompleks tersebut adalah Taman Dayu Golf Club & Resort yang berstandar internasional.[4]
Geografi
Peta administrasi Kecamatan Prigen
Prigen atau Tretes adalah kecamatan yang terletak di kaki dan lereng Gunung Arjuno-Welirang di sebelah barat, serta Gunung Penanggungan di utara. Prigen bersama dengan wilayah tetangganya yaitu Trawas di Kabupaten Mojokerto merupakan kawasan wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawan terutama dari Surabaya. Gunung Arjuno (3339 mdpl) dan Welirang (3156 mdpl) sendiri berada dalam pengelolaan Taman Hutan Raya Raden Soerjo yang dikelola Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Jalur pendakian Arjuno via Tretes adalah yang paling populer di antara jalur lainnya. Di kompleks pegunungan tersebut juga terdapat gunung lainnya seperti Gunung Kembar I (3061 mdpl) dan Gunung Kembar II (3256 mdpl).[5][6] Ujung utara dari Prigen adalah Desa Sukoreno yang terdapat jalur pendakian menuju puncak Penanggungan via Kesiman.
Prigen bersama dengan Kecamatan Lumbang merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Pasuruan. Batas wilayah Kecamatan Prigen adalah sebagai berikut:[7]
Sebuah hotel di PrigenTuris Belanda berlibur di Prigen
Nama kecamatan ini diambil dari salah satu kelurahan yaitu Kelurahan Prigen, sedangkan Tretes adalah nama salah satu lingkungan atau dusun yang ada di Kelurahan Prigen. Menurut Tim Penulusuran Sejarah Kelurahan Prigen, asal-usul nama Prigen terdapat lima versi yang berbeda sebagai berikut:[8]
Versi pertama berhubungan dengan kisah Mbah Andan Bumi atau Asmoro Bumi. Beliau adalah pendiri desa Prigen yang awalnya berniat mendirikan sebuah padepokan di wilayah yang berupa dataran tinggi dan masih berupa hutan belantara. Pada suatu waktu, masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut mengalami wabah atau pageblug yang mematikan. Asmoro Bumi berikhtiar kepada Tuhan dengan puasa ngebleng (tidak makan / minum) selama 40 hari agar menemukan solusi atas wabah tersebut. Asmoro bumi mengikat perutnya yang sakit karena lapar dan dahaga dengan menggunakan kain yang diikat ke perut atau disebut stagen. Sehingga berdasarkan versi ini, nama Prigen berasal dari kata perih dan stagen.
Versi kedua berasal dari kata peri (makhluk halus) dan manggen (berdiam / menghuni) atau peri sak enggen-enggen (makhluk halus dimana-mana). Hal ini karena pada awalnya Prigen merupakan hutan belantara yang wingit atau angker.
Versi ketiga berasal dari kata perigian yang berarti tempat untuk menimba air. Perigian juga dapat diartikan seebagai tempat menimba ilmu.
Versi keempat menyatakan bahwa "prigen" adalah nama tumbuhan sejenis kenikir yang memiliki bunga berwarna kuning, daun pahit, bau menyengat, namun disukai hewan ternak. Konon, bunga ini dulu banyak tumbuh di wilayah Prigen.
Versi kelima berasal dari kata pri (singkatan dari prihatin) dan gen (singkatan dari panggenan, yang berarti tempat). Sehingga Prigen berarti tempat untuk prihatin.
Pada masa kolonial Belanda, Prigen merupakan bagian dari Kawedanan Pandaan.[9] Prigen merupakan salah satu destinasi wisata favorit Orang Eropa saat itu karena lokasinya yang sejuk dan hijau di lereng Gunung Arjuno. Prigen banyak dibangun penginapan, pemandian, dan fasilitas lainnya. Wisatawan menikmati suasana Prigen dengan berkuda atau mengunjungi tempat-tempat sekitar yang indah seperti air terjun dan sungai.[10] Salah satu bangunan dari zaman kolonial adalah vila milik Liem Seeng Tee di Jalan Raya Prigen yang dibangun pada tahun 1933. Beliau adalah pendiri PT HM Sampoerna, dan vila tersebut dimanfaatkan sebagai rumah dinas Sampoerna.[11]
Galeri
Orang Eropa memakai baju renang
Restoran dan kolam renang Tretes
Pemandangan Gunung Welirang
Keluarga Eropa sedang bersantai
Wisata air terjun
Perkampungan pribumi di Prigen
Warga pribumi sedang memotong jerami
Sebuah arca di Candi Jawi
Orang Eropa di suatu pemandian
Anak-anak Eropa naik kuda dengan pendamping pribumi
Daftar kelurahan, desa, dan dusun
Kecamatan Prigen terdiri dari 11 desa dan 3 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[12]
Dairyland Prigen - theme park yang dikelola oleh perusahaan susu Cimory
Candi Jawi - candi yang menjadi lokasi abu Kertanegara, yaitu raja terakhir Singhasari. Candi ini terletak di Desa Candi Wates dan dibangun sekitar abad ke 13 masehi.[14]
Taman Dayu adalah kompleks hunian terbesar di Prigen yang dikelola oleh Ciputra Group. Selain villa di dalamnya juga terdapat banyak destinasi wisata dan resto seperti Taman Dayu Golf Club & Resort, Taman Dayu Waterpark, D'Duren Mas, d'Gunungan Garden, Mahogany Resto, dan lainnya.[4]
Selain Taman Dayu, juga terdapat banyak penginapan lain di Tretes seperti: