Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Battambang pada tanggal 26 September 1968, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Phnom Penh
Sejarah
Prefektur Apostolik Battambang berakar dari sejarah Komunitas Katolik di Kota Battambang. Pada tanggal 5 Januari 1790, sekitar 300 umat Katolik Kamboja meninggalkan Pursat dan Kampong Svay yang kemudian menetap di pinggiran Kota Battambang, di wilayah tersebut menjadi tempat lahirnya umat Katolik, sekarang disebut Pet Yiet Chee. Sedangkat umat yang lain menetap di Provinsi Siem Reap dan Kompong Thom.
Pada pertengahan abad ke-19, ketika Kerajaan Kamboja hancur akibat perang dengan Thailand, komunitas Katolik hampir menghilang. Pada tahun 1850, Tahta Suci mendirikan Vikariat Apostolik Phnom Penh yang meliputi seluruh wilayah Kerajaan Kamboja dan memercayakan pelayanan tersebut kepada para imam dari Serikat Misi Asing Paris.
Selama masa Protektorat Prancis, banyak umat Katolik datang dari Vietnam dan menetap di Kamboja. Pada tahun 1905, dua biarawati dari Kongregasi Takdir Ilahi datang di Battambang dan membuka panti asuhan dan rumah sakit. Sebuah gereja dibangun pada saat tersebut yang kemudian dihancurkan oleh rezim Khmer Merah. Pada tanggal 26 September 1968, Vikariat Apostolik Phnom Penh dibagi menjadi tiga, dengan Prefektur Apostolik Kompong Cham dan Prefektur Apostolik Battambang.
Pada masa genosida pada tahun 1975-1979, semua imam dan kaum rohaniwan, kecuali beberapa biarawati yang pada saat itu sedang berada di luar negeri, dan sejumlah besar umat awam dibunuh. Paul Tep Im Sotha, Prefek Apostolik Battambang pada saat itu, dengan Dom Jean Badre, seorang biarawan Benediktin Prancis, dibunuh pada bulan Mei 1975 di Bat Trang, Distrik Mongolborei, Provinsi Banteay Meanchey.
Pada akhir masa kekuasaan Khmer Merah pada tahun 1979, hanya beberapa umat Katolik yang tinggal di permukiman pengungsi di sepanjang perbatasan Thailand. Komunitas kecil tersebut bertumbuh dan selama masa pengasingan tersebut, para imam dari Lembaga Misi Asing Paris melakukan upaya intens untuk menerjemahkan Alkitab dan liturgi ke dalam bahasa Khmer.
Pada tahun 1990, komunitas Katolik diizinkan untuk beribadah secara bebas di Kamboja dan Pelayanan Kamboja dibentuk kembali setelah absen selama 15 tahun. Uskup Yves Ramousse kembali menjabat sebagai Vikaris Apostolik Phnom Penh pada tanggal 25 Juli 1992 dan pada tanggal 21 Desember 1992 ditunjuk sebagai Administrator Apostolik hingga tahun 2000. Pada tanggal 1 April 2000, Enrique Figaredo Alvargonzález menjadi Prefek Apostoik Battambang.
Ordinaris
Prefek Apostolik Battambang
Paul Tep Im Sotha (26 September 1968 – Mei 1975, dibunuh bersama Fr. Jean Badre)
Sede vacante (Mei 1975 – 1 April 2000); Administrator Apostolik: Yves-Marie Georges René Ramousse, M.E.P (21 Desember 1992 – 2 Juli 2000)