Prasasti Sebna adalah suatu prasasti berbahasa Ibrani yang diketemukan di Silwan, dekat Yerusalem pada tahun 1870. Setelah berpindah tangan beberapa kali, prasasti ini dibeli oleh Museum British pada tahun 1871.[1]
Prasasti dari limestone ini rusak berat sehingga tidak dapat dibaca tulisannya sampai tahun 1952. Meskipun demikian, prasasti ini bernilai penting karena memuat nama "Sebna" yaitu seorang tokoh yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam AlkitabKristen. Sebna pernah diutus oleh Hizkia, raja Yehuda, untuk berunding dengan tentara Asyur yang dikirim oleh raja Sanherib. Tiga baris tulisan Ibrani bercirikan prasasti penguburan, sehingga menunjukkan gua itu adalah makam Sebna, seorang pejabat tinggi pada pemerintahan raja Hizkia (715-687 SM) .
Isi
Tulisan dalam abjad Ibrani Kuno ini bertarikh abad ke-7 SM. Dibaca dari kanan ke kiri, tertulis:
zo't [... ...]yahu asher 'al ha bayt 'ain kesef ve zahav im [...] ve 'etsem amatah 'itah arur ha 'ish asher yiftach 'et zo't
yang dapat diterjemahkan:
"Ini adalah ... [makam Sebna] ...ya, pejabat kerajaan. Tidak ada perak atau emas di sini, hanya... [tulang-tulangnya] ... dan tulang-tulang hamba wanitanya bersamanya. Terkutuklah orang yang membukanya."
Pengurus Istana Yehuda
Pengurus istana raja merupakan seorang tokoh penting di Yudea kuno. Menurut Kitab Yesaya, kepala istana yang ditunjuk oleh raja Hizkia bernama "Sebna" dan orang ini ditegur karena membangun bagi dirinya sendiri sebuah makam yang mewah. Meskipun nama pengurus istana ini sukar dibaca, tetapi diyakini prasasti ini berasal dari makam Sebna. Istilah yang dipakai untuk jabatannya, yaitu "kepala istana" pada prasasti ini: "asher 'al ha bayt", tepat sama dengan yang tertulis pada Yesaya 22:15. Sedangkan nama lengkap "Sebna" yaitu "Sebnayahu" atau "Sebanya" tertulis pada Nehemia 9:4.[2]