Prasasti Kamalagyan (959 Saka atau 1037M) terletak di dusun Klagen, desa Tropodo, kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.[1]Prasasti ini memiliki ukuran panjang 115cm, dengan ketebalan 28cm dan ukuran tinggi 215cm. Prasasti ini terbuat dari batu kali atau batu andesit. Prasasti ini di tulis dengan huruf dan bahasa Jawa Kuno, isi dari prasasti ini adalah menyebutkan dibangunnya sebuah bendungan di Waringin Sapta oleh Raja Airlangga yaitu raja dari Kahuripan bersama rakyat.[2]
Pada prasasti ini juga memuat puji-pujian terhadap raja sebagai ratu cakrawati (penguasa dunia) yang menyirami dunia ini dengan air amerta yang penuh kasih sayang. Prasasti Kamalagyan diketahui dikeluarkan hanya seminggu tambah sehari setelah Raja Airlangga berhasil mengalahkan raja Wijayawarman, raja terakhir yang masih belum tunduk (bulan Kartika tahun 959 Saka atau 10 November 1037M).[3]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.