Pada bulan Poush, dilakukan panen dan para petani memperoleh banyak makanan dan penghasilan. Karenanya, Poush dianggap seabagi bulan baik. Dalam novelnya Ganadevata, penulis terkenal Bengali, Tarashankar Bandopadhyay, menulis[1]
:Poush-Poush, Poush yang emas,
Datanglah Poush namun jangan pergi, jangan pernah berlalu,
Jangan pergi Poush, jangan,
Suami dan anak makan nasi semangkuk penuh.
Referensi
↑Mukhopadhyay, Manabendra, Tarashankar's Birbhum , Paschim Banga , Birbhum Special Issue, Februari 2006, (Bengali), hlm. 259-68, Departemen Informasi dan budaya, Pemerintah Bengali Barat.