Artikel pilihan mengenai paleontologi dalam budaya, masyarakat dan ekonomi
[[{{{prefix}}}/1|1]]
Artist's reconstruction of Waptia fieldensis.
Gertie the Dinosaur (terj. har.'Gertie Si Dinosaurus') adalah sebuah film animasipendek yang diproduksi pada tahun 1914, karya seorang kartunis dan animator asal Amerika Winsor McCay. Film ini merupakan animasi pertama yang menampilkan seekor dinosaurus sebagai karakter utama. Film ini pertama kali ditampilkan sebagai bagian dari aksi vaudeville Winsor McCay yang berinteraksi dengan penonton secara langsung. Gertie, seekor dinosaurus yang lincah dan seperti bocah, melakukan trik-trik atas perintah tuannya. Namun, kegiatan vaudeville McCay dibatasi oleh majikannya William Randolph Hearst, yang membuat dirinya menambahkan adegan perkenalan aksi langsung pada film ini untuk penayangan teatrikalnya yang diberi judul Winsor McCay, the Famous Cartoonist, and Gertie. McCay batal membuat sekuel yang berjudul Gertie on Tour (ca1921), setelah memproduksi rekaman sekitar satu menit. (Selengkapnya)
[[{{{prefix}}}/2|2]]
Artist's reconstruction of Waptia fieldensis.
Asal-usul Spesies oleh Charles Darwin (terbit tahun 1859) adalah karya penting dalam karya tulis ilmiah dan dianggap sebagai tonggak dalam teori evolusi. Judul lengkapnya adalah On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (Tentang Asal-usul Spesies Melalui Cara Seleksi Alam, atau Pelestarian Kelompok Dalam Perjuangan Untuk Hidup). Buku ini memperkenalkan teori ilmiah bahwa populasi berevolusi dari generasi ke generasi melalui proses seleksi alam. Isi buku ini kontroversial karena menentang teori penciptaan menurut kepercayaan agama, dan merupakan pencetus timbulnya ilmu bernama biologi pada abad ke-19. Buku yang ditulisnya merupakan hasil ekspedisi lautnya dengan kapal layar HMS Beagle pada tahun 1830-an, dan dilanjutkan dengan penyelidikan dan eksperimen setelah tiba kembali dari ekspedisi. (Selengkapnya)
[[{{{prefix}}}/3|3]]
Artist's reconstruction of Waptia fieldensis.
Fosil peralihan atau bentuk peralihan atau fosil transisi adalah sisa-sisa bentuk kehidupan yang menjadi fosil dan menunjukkan ciri-ciri dari dua kelompok taksonomi yang berbeda. Fosil peralihan merupakan fosil organisme yang berada di dekat titik percabangan ketika garis keturunan individual utama (klad) terpisah. Fosil peralihan memiliki ciri-ciri umum dari organisme pada kedua bagian pemisahannya, tetapi karena kurang lengkapnya rekaman fosil, biasanya tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti seberapa dekatnya suatu fosil peralihan dengan titik pasti pemisahannya. (Selengkapnya)
[[{{{prefix}}}/4|4]]
Artist's reconstruction of Waptia fieldensis.
Mary Anning (21 Mei 1799–9 Maret 1847) adalah seorang paleontolog dan kolektor fosil amatir berkebangsaan Inggris yang dikenal secara internasional karena menemukan fosil hewan laut dari periode Jurasik di sepanjang Selat Inggris perairan Lyme Regis, Dorset, Inggris Barat Daya. Mary Anning berjasa atas penemuan beberapa spesimen reptil Mesozoikum besar yang berperan dalam perkembangan awal paleontologi. Penggaliannya menyediakan spesimen untuk dipelajari oleh para ilmuwan dan menjadi bagian dari sejarah geologi Bumi. Fosil-fosil yang ditemukan oleh Anning juga menjadi bagian dari kajian ilmiah tentang kehidupan prasejarah. (Selengkapnya)
[[{{{prefix}}}/5|5]]
Artist's reconstruction of Waptia fieldensis.
Penanggalan radiokarbon (disebut pula penanggalan karbon atau penanggalan karbon-14) adalah suatu metode penentuan usia suatu objek yang mengandung materi organik dengan memanfaatkan sifat radiokarbon, suatu isotopradioaktif dari karbon.
Metode ini dikembangkan pada akhir tahun 1940-an oleh Willard Libby, yang menerima Hadiah Nobel dalam Kimia pada tahun 1960 berkat karyanya ini. Metode ini didasarkan pada fakta bahwa radiokarbon (14C) dihasilkan terus-menerus di atmosfer sebagai hasil interaksi sinar kosmik dengan nitrogen di atmosfer. 14C yang dihasilkan bergabung dengan oksigen di atmosfer untuk membentuk karbon dioksida radioaktif, yang digunakan tumbuhan untuk proses fotosintesis; hewan memakan tumbuhan tersebut dan menerima 14C. Ketika hewan dan tumbuhan tersebut mati, pertukaran karbon antara mereka dengan lingkungan berakhir, dan sejak saat itu, jumlah 14C yang dikandungnya mulai berkurang sedikit demi sedikit ketika 14C mengalami peluruhan radioaktif. (Selengkapnya)