27 November 2003(2003-11-27)– 24 Agustus 2017(2017-8-24)
Pororo the Little Penguin (Hangul:뽀롱뽀롱 뽀로로code: ko is deprecated ;RR:Pporongpporong Ppororo) adalah sebuah serial animasi televisiKorea yang diproduksi oleh Iconix Entertainment, SK Broadband, Ocon dan Channel One bersama dengan perusahaan asal Korea Utara Samchŏlli di Kaesong. Animasi ini diproduksi pertama kali pada tahun 2002 dan mulai ditayangkan di Korea Selatan di saluran EBS pada tahun 2003. Serial ini memiliki 8 musim.[3]
Serial ini mengisahkan tentang petualangan Pororo dan teman-temannya yang tinggal di desa bersalju Porong Porong Forest, yang sering menghadapi tantangan serta mempelajari pelajaran praktis dan moral dalam setiap episode.[3]
Produksi
Serial ini dibuat pada tahun 2003 oleh Ocon Studios dan Iconix Entertainment Co., Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Seoul, Korea Selatan. Pada tahun 2002, sebelum episode pertamanya ditayangkan, Ocon menarik perhatian sebagai proyek animasi kerja sama antara Korea Selatan dan Korea Utara, di mana mereka berkolaborasi dengan Samchully General Assembly dari Korea Utara.[4]
Choi Sang-hyun, yang saat itu bekerja di Iconix Entertainment, diberikan tugas untuk menciptakan karakter yang mewakili hewan yang hidup di musim dingin. Untuk mendapatkan inspirasi, Choi mengunjungi kebun binatang guna mengamati hewan-hewan tersebut dan memahami bagaimana anak-anak menikmati melihat mereka. Beberapa desainer profesional bergabung dalam proyek ini untuk menciptakan karakter, tetapi desain Choi yang akhirnya terpilih sebagai pemenang dan menjadi Pororo.
Sejarah animasi
Awalnya, Pororo digambarkan sebagai seekor penguin kecil berwarna biru dan putih yang mengenakan helm penerbang dan kacamata pelindung, yang kemudian menjadi sangat populer di kalangan anak-anak. Ketika pertama kali diperkenalkan, karakter ini ditujukan untuk anak-anak berusia 4–7 tahun.
Pororo tidak memiliki latar belakang atau unsur budaya tertentu, sehingga serial ini dapat diterima oleh anak-anak di seluruh dunia. Inspirasi desain Pororo berasal dari maskot ikonik seperti Mickey Mouse dan Hello Kitty. Para pencipta memilih warna biru, pink, dan putih untuk menciptakan rasa familiar bagi anak-anak, serta mewakili warna yang umum diasosiasikan dengan anak laki-laki dan perempuan.
Dalam proses pembuatan episode, para produser sangat memperhatikan detail yang dapat mengandung bias budaya tertentu atau referensi sejarah yang sensitif bagi penonton di berbagai belahan dunia. Sebagai contoh, mereka memastikan bahwa para karakter saling melambaikan tangan daripada membungkuk atau mengangguk saat berinteraksi. Pada musim ketiga, semua karakter mengalami perubahan desain dan diberikan pakaian yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.
Sebuah pertunjukan natal menampilkan Pororo the Little Penguin di Nex, Singapura
Musim 1 – sekarang
Pororo (Suara diisi oleh Lee Seon dalam Bahasa Korea).
Musim 2 – sekarang
Petty (Suara diisi oleh Jeong Mi-sook dalam Bahasa Korea dan Hannah Swain dalam Bahasa Inggris), adalah teman wanita Pororo.
Harry (Suara diisi oleh pengisi suara yang tidak diketahui dalam Bahasa Korea, Kim Seo-yeong dalam Bahasa Inggris dan Mary Katherine Dillon juga bernyanyi bersama Pororo), adalah seekor burung kolibri berusia 10 tahun, Dia adalah sahabat karib Poby dan karakter tertua kedua dari semua pemain.
Musim 2: "Always Happy as Can Be" - Lagu yang sama seperti musim sebelumnya, tetapi sedikit dipercepat dengan instrumentasi yang berbeda.
Musim 3: "Hello, Friends"
Musim 4: "Hello, Friends" - Lagu yang sama namun dengan dengan instrumentasi yang berbeda.
Musim 5: "Hello, Friends" - Lagu yang sama namun dengan dengan instrumentasi yang berbeda.
Sing-A-Long with Pororo: "Let's Sing Together with Pororo" (namun di bagian penutup, ditampilkan secara instrumental)
Lagu penutup
Musim 1: "We Are the Best of Friends"
Musim 2: "All Good Friends"
Musim 3: "Good Friends"
Musim 4: "Good Friends"
Musim 5: "Good Friends"
Penghargaan
Pada tahun 2007, Pororo menerima banyak penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan, termasuk penghargaan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Korea. Pada tahun 2010, Pororo menerima Anugerah dari Presiden sebagai Karakter Animasi Terbaik. Pada tahun 2014, Pororo menerima penghargaan Creative Brands.[8]
Dampak sosial
Ketika Pororo dibuat untuk pertama kali, tayangan tersebut sama seperti layaknya episode biasa. Kemudian sejumlah orang tua memberi saran kepada Choi Jung-il di Iconix Entertainment untuk memasukkan nilai-nilai edukasi pada episode baru Pororo. Produser telah menerima banyak permintaan, mulai dari apa yang karakter seharusnya konsumsi dan perilaku mereka di episode tersebut hingga apa yang dapat karakter lakukan untuk masyarakat. Ketika episode baru tersebut dibuat, anak-anak mulai mengikuti apa yang Pororo lakukan, seperti menyeberangi jalan dengan tangan kanan keatas, tidak tergesa-gesa saat makan, mencuci dan membersihkan diri. Hal ini membuat anak-anak dapat secara mudah mengikuti dan memperbaiki perilaku mereka dengan cara yang menyenangkan.
Pada tahun 2016, terdapat sebuah karnaval Pororo di Coex Mall, Korea Selatan. Parade dan musikal karakter diadakan pada 14 dan 15 Agustus.[9]