Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Al-Ma'had Al-Islami Asy-Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan adalah pondok pesanten salaf yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Km. 19,5, Karang Joang, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur.
Sejarah Berdiri
Pondok Pesantren Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan lahir dari keprihatinan sang pendiri, KH. Ahmad Syarwani Zuhri (1950–2019), terhadap fenomena sosial yang semakin menjauh dari syariat Islam. Ia meyakini bahwa generasi muda harus mendapat pendidikan Islam yang kaffah (menyeluruh) agar tidak terjerumus dalam gaya hidup yang melenceng dari nilai-nilai agama.
Beliau kembali ke tanah air dan pada tahun 1987, lalu menggagas pendirian pesantren di atas lahan 30 hektar di Balikpapan. Pembangunan fisik dimulai tahun 1990, dan resmi diresmikan pada 13 Maret 1993 oleh Pangdam VI Tanjungpura, Mayjend ZA Maulani. Pesantren ini diberi nama Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampian), setelah ahli fikih Mazhab Syafi’i dari Martapura, Kalimantan Selatan, yang dijadikan teladan oleh pendiri. Pada tahun 2004, pesantren mulai membuka pendidikan untuk santri putri.[1][2]
Hubungan dengan NU
Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Balikpapan secara kultural -baik aqidah maupun amaliyah- erat dengan organisasi Islam Sunni terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. Meskipun beberapa dekade sempat menjaga jarak, tetapi sejak 2017,[3] KH. Muhammad Jailani Mawardi (Pimpinan saat ini) bersedia berada di jajaran Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Balikpapan sampai sekarang (2025).