Pondok Paman Tom (bahasa Inggris:Uncle Tom's Cabin; or, Life Among the Lowlycode: en is deprecated ) adalah sebuah novel antiperbudakan karya penulis asal Amerika Serikat, Harriet Beecher Stowe. Novel yang terbit dalam dua jilid pada tahun 1852 ini berdampak besar bagi pergeseran cara pandang masyarakat terhadap warga Amerika keturunan Afrika serta perbudakan di sana. Karya ini pun disebut-sebut sebagai "peletak batu pertama bagi pecahnya Perang Saudara Amerika".[1][2][3]
Di Amerika Serikat, Pondok Paman Tom merupakan novel terlaris sekaligus buku dengan angka penjualan tertinggi kedua pada abad ke-19 setelah Alkitab.[7][8] Karya ini diyakini turut mengobarkan semangat gerakan antiperbudakan pada dekade 1850-an.[9] Besarnya pengaruh buku ini memicu munculnya sebuah kisah, yang diragukan kebenarannya, tentang Abraham Lincoln yang menyapa Stowe di awal Perang Saudara dengan ucapan, "Jadi, inilah wanita mungil yang memulai perang besar ini."[10][11]
Buku tersebut beserta pentas drama yang terinspirasi darinya turut memopulerkan berbagai stereotipe negatif terhadap orang kulit hitam,[12][13][3] termasuk stereotipe yang melekat pada karakter utamanya sendiri, "Paman Tom". Istilah tersebut akhirnya identik dengan julukan bagi seseorang yang dianggap terlalu tunduk atau menghamba.[14] Asosiasi negatif yang muncul belakangan ini, sampai batas tertentu, telah mengaburkan dampak historis novel tersebut sebagai "instrumen penting antiperbudakan".[15] Meskipun demikian, novel ini tetap menjadi "tonggak sejarah" dalam sastra protes.[16] Karya-karya setelahnya, seperti The Jungle karya Upton Sinclair dan Silent Spring karya Rachel Carson, diyakini sangat terpengaruh oleh fondasi yang diletakkan oleh buku ini.[17]
Diceritakan awalnya Paman Tom dimiliki oleh keluarga Arthur Selby dari Kentucky, lalu dijual kepada Augustine St. Claire dari Louisiana, dan akhirnya kepada Simon Legree, yang memperlakukan Tom dengan kejam, hingga menyebabkan kematiannya.
Pondok Paman Tom ditulis dengan gaya sentimental dan melodramatik yang umum pada novel dan fiksi dalam negeri (juga disebut fiksi wanita) abad ke-19 itu. Segera setelah diterbitkan, novel ini menyebabkan kegemparan di seluruh Amerika Serikat, dan mendapatkan hujan kritik dari Amerika bagian Selatan. Pengaruh buku ini begitu besar sehingga ketika bertemu dengan Harriet Beecher pada awal Perang Saudara Amerika, PresidenAbraham Lincoln berkata padanya, "Jadi inilah nyonya kecil yang membuat perang besar ini."
↑de Rosa 2003, On p. 122, de Rosa quotes Tompkins 1985, p. 145 that Stowe's strategy was to destroy slavery through the "saving power of Christian love"..
↑Tompkins 1985, On p. 141, Tompkins writes "Stowe conceived her book as an instrument for bringing about the day when the world would be ruled not by force, but by Christian love.".