Polonisasi (bahasa Polandia:polonizacjacode: pl is deprecated )[1] adalah akuisisi atau pengenaan unsur-unsur budaya Polandia, khususnya bahasa Polski, yang dialami dalam beberapa periode bersejarah terhadap orang-orang non-Polandia dari wilayah yang dikendalikan atau secara substansial di bawah pengaruh dari orang-orang Polandia. Seperti contoh-contoh lain dari asimilasi budaya, baik secara sukarela atau dipaksa, yang dampaknya paling bisa terlihat dalam kasus di mana wilayah-wilayah tersebut budaya atau bahasa Polandia menjadi dominan atau juga dalam keadaan di mana bahasa dan budaya Polanda diadopsi dapat meningkatkan prestise atau status sosial warga wilayah tersebut, seperti kasus bangsawan dari Ruthenia dan Lithuania. Untuk batas tertentu Polonisasi juga secara administratif dipromosikan oleh pemerintah setempat, khususnya dalam periode setelah Perang Dunia II.
Referensi
↑In Polish historiography, particularly pre-WWII (e.g., L. Wasilewski. As noted in Смалянчук А. Ф. (Smalyanchuk 2001) Паміж краёвасцю і нацыянальнай ідэяй. Польскі рух на беларускіх і літоўскіх землях. 1864–1917 г. / Пад рэд. С. Куль-Сяльверставай. – Гродна: ГрДУ, 2001. – 322 с. ISBN978-5-94716-036-9 (2004). Pp.24, 28.), an additional distinction between the Polonization (bahasa Polandia:polonizacjacode: pl is deprecated ) and self-Polonization (bahasa Polandia:polszczenie sięcode: pl is deprecated ) has been being made, however, most modern Polish researchers don't use the term polszczenie się.