Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Maret 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Politik kesehatan atau politik kesejahteraan adalah disiplin studi yang bersifat interdisipliner yang mengeksplorasi pengaruh aspek-aspek sosial dan politik terhadap kesehatan individu. Fokus utama dari studi ini adalah menganalisis bagaimana kekuatan politik berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang. [1][2]
Politik kesehatan adalah bidang studi yang mencakup berbagai perspektif, mulai dari sosiologi, medis hingga hubungan internasional. Pendekatan ini tidak hanya memahami politik sebagai keterlibatan pemerintah atau administrasi, tetapi juga mencakup aspek politik yang melibatkan masyarakat sipil dan proses pertukaran kekuasaan yang luas. Dalam kerangka ini, politik kesehatan memiliki pemahaman yang luas tentang fenomena politik yang merentang dari tingkat individu hingga dimensi global. Sebagai hasilnya, politik kesehatan tidak terbatas pada wilayah tertentu dalam masyarakat, seperti pemerintahan negara bagian, melainkan menciptakan dinamika sosial yang berkelanjutan dan meresap di berbagai lapisan masyarakat.[3]
Ikhtisar
Sebuah monumen peringatan untuk Wabah Kelaparan Besar (Irlandia), sebuah peristiwa kelaparan di Irlandia saat menghadapi penderitaan berkepanjangan akibat kegagalan kebijakan negara Inggris pada saat itu di bawah Perdana MenteriSir Robert Peel dan Lord John Russell .
Politik kesehatan adalah disiplin yang menggabungkan konsep dari kesehatan masyarakat dan politik. Seperti bidang interdisipliner lainnya seperti sosiologi, fenomenologi, atau kebijakan publik, politik kesehatan sering kali memanfaatkan beragam pendekatan dan metodologi dari disiplin lain yang terkait, seperti konsep interseksionalitas.[4] Bidang ilmu ini bertujuan untuk mengungkap peran politik dalam konteks kesehatan, pelayanan kesehatan, dan kesehatan masyarakat secara lebih luas, termasuk dalam konteks medis yang melibatkan berbagai aktor dan aspek.[5][6]
Hasil pencarian literatur untuk topik 'politik kesehatan' di PubMed mengungkapkan bahwa catatan tertua yang terdokumentasi adalah sebuah artikel oleh Schmidt's pada tahun 1977, berjudul "National Blood Policy, 1977: a study in the politics of health,"[7] yang berasal dari Amerika Serikat. Artikel ini menandai awal munculnya perhatian terhadap isu-isu politik yang berkaitan dengan kesehatan dalam konteks penelitian dan literatur medis.
Melalui karyanya dalam ranah biopolitik, Michel Foucault telah memberikan pemahaman tentang politik kesehatan, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Lynch pada tahun 2014. Foucault menghadirkan wawasan terkait politik kesehatan melalui esainya ini. “The politics of health in the eighteenth century ”.[8]
↑Ghilardi, Giampaolo; Campanozzi, Laura Leondina; Ciccozzi, Massimo; Ricci, Giovanna; Tambone, Vittoradolfo (2020-04-25). "The political nature of medicine". The Lancet (dalam bahasa Inggris). 395 (10233): 1340–1341. doi:10.1016/S0140-6736(20)30168-9. ISSN0140-6736. PMID32334696.