Pohon teratai (bahasa Yunani:λωτόςcode: el is deprecated , translit.lōtós) adalah sebuah tumbuhan yang disebutkan dalam cerita-cerita mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Pohon teratai disebutkan dalam Odyssey karya Homer sebagai tumbuhan yang mengeluarkan buah yang dapat memberikan rasa kantuk yang menyenangkan, dan dikatakan merupakan satu-satunya makanan dari orang-orang pulau yang disebut Lotophagi atau penyantap teratai. Saat mereka menyantap pohon teratai, mereka akan melupakan teman-teman dan rumah-rumah mereka dan akan kehilangan keinginan mereka untuk kembali ke tempat asal mereka dalam rangka hidup dalam kemalasan.[1] Kandidat-kandidat botani untuk pohon teratai meliputi kurma-prem (Diospyros lotus),[2] serta Ziziphus lotus, sebuah tumbuhan dengan sebuah buah pangan yang berkerabat dengan jujube, berasal dari afrika Utara dan pulau-pulau di Teluk Gabes seperti Jerba.
Dalam Metamorphoses karya Ovid,[3]nimfaLotis adalah putri jelita dari Neptunus, dewa air dan laut. Dalam rangka kabur dari kejaran Priapus, ia meminta bantuan dari para dewa, yang menjawab doanya dengan mengubahnya menjadi pohon teratai.[4]
Kitab Ayub memiliki dua baris (Ayub 40:21–22), dengan kata Ibrani צֶאֱלִים (tse'elim),[5] yang muncul di bagian lain dalam Alkitab. Istilah tersebut umum diterjemahkan menjadi "pohon teratai" semenjak publikasi Revised Version. Namun, istilah tersebut terkadang diterjemahkan menjadi "pohon teduh".[6]
Referensi
↑Dictionary of Phrase and Fable, page 526, by Ebenezer Cobham Brewer
↑John Marius Wilson, The rural cyclopedia: or a general dictionary of agriculture, and ..., Volume 2