Planetarium ini merupakan bagian dari Museum Campus di Chicago, yang juga mencakup Akuarium John G. Shedd dan Field Museum of Natural History, terletak di pinggir Danau Michigan. Misi planetarium ini adalah menginspirasi eksplorasi dan pemahaman alam semesta dengan menghubungkan masyarakat melalui ilmu astronomi.[4]
Dinyatakan sebagai National Historic Landmark pada tahun 1987.[5] Tamu Adler After Dark dapat menikmati akses museum tanpa batas, aktivitas tematik, pertunjukan langit, dan pemandangan cakrawala Chicago.[6]
Riset
Selain berfungsi sebagai museum dan pusat edukasi, Adler Planetarium juga aktif dalam kegiatan penelitian astronomi. Departemen Astronomi dan Webster Institute for the History of Astronomy di Planetarium Adler melakukan serta menerbitkan penelitian yang ditujukan bagi komunitas ilmiah maupun masyarakat umum.[7] Para astronom di Adler memiliki keahlian dalam berbagai bidang astronomi dan ilmu terkait, termasuk geologi planet, pembentukan bintang, sinar gamma, serta pengamatan menggunakan teleskop.[8] Awalnya didirikan sebagai Webster Institute for the History of Astronomy, departemen koleksi bertugas merawat, meneliti, dan menafsirkan koleksi planetarium. Sejak pembukaan Adler, koleksinya telah berkembang hingga mencakup sekitar 8.000 objek, buku, karya di atas kertas, arsip, lukisan, dan fotografi. Adler juga menyimpan arsip milik Derek J. de Solla Price, Michael J. Crowe, dan Jim Lovell, serta memiliki koleksi instrumen ilmiah bersejarah terbesar di Belahan Bumi Barat.[9][10]Space Visualization Laboratory (SVL) diresmikan pada tahun 2007 untuk mendukung eksplorasi virtual terhadap alam semesta.[11]
Departemen Citizen Science Adler juga menjadi markas besar di Amerika Serikat bagi Zooniverse, sebuah platform ilmu pengetahuan warga dan kolaborasi global lintas institusi yang merancang serta mengembangkan proyek-proyek sains khalayak.[12] Hingga awal tahun 2014, Zooniverse telah melibatkan lebih dari 1,1 juta relawan daring sebagai ilmuwan aktif melalui kegiatan seperti penemuan planet, pemetaan permukaan Mars, dan pendeteksian suar matahari.[13][14]
Far Horizons merupakan program balonaltitudo tinggi milik Adler. Para peserta merancang, membangun, dan meluncurkan eksperimen yang diterbangkan hingga ketinggian lebih dari 100.000 kaki (30.000 meter) menggunakan balon udara khusus. Program ini memberikan kesempatan praktis bagi pelajar dan masyarakat untuk terlibat dalam tantangan di bidang sains, matematika, fisika, dan teknik.[15]
Dibuka pada tahun 1977, Observatori Doane merupakan teleskop dengan apertur terbesar yang tersedia bagi publik di kawasan Chicago. Dengan cermin berdiameter 20 inci (510 mm), teleskop ini mampu mengumpulkan lebih dari 5.000 kali cahaya dibandingkan mata manusia tanpa bantuan alat, sehingga pengunjung dapat mengamati objek langit seperti Bulan, planet, bintang, dan galaksi yang berjarak triliunan kilometer atau bahkan bertahun-tahun cahaya. Teleskop aslinya, yakni teleskop reflektor Cassegrain berdiameter 16 inci yang dibuat oleh staf bengkel optik dan mesin Adler, dipensiunkan pada tahun 1987 dan digantikan oleh teleskop yang digunakan saat ini.[16]
Pada tahun 2013, Planetarium Adler memulai renovasi besar pertama terhadap Observatori Doane. Renovasi yang selesai pada tahun 2015 tersebut mencakup penambahan ruang kelas dalam ruangan, toilet, jalur masuk yang aksesibel, serta peningkatan teknologi dan teleskop.[17] Planetarium Adler juga menjadi institusi anggota proyek Large Synoptic Survey Telescope.[18]
Pameran
Planetarium Adler adalah tempat bagi pameran 35.000 kaki persegi termasuk model skala sistem tata surya, peralatan astronomi antik, dan pertunjukan interaktif. Di luar planetarium itu ada beberapa pahatan seperti Man Enters the Cosmos.
Teater
Planetarium Adler memiliki dua teater berkubah serta satu teater standar. Teater terbesarnya, Grainger Sky Theater, dilengkapi kubah berdiameter 21 meter (69 kaki).[19]