Pohon ini memiliki daun yang lebar dan tipis, kulit kayu yang halus, serta menghasilkan tandan bunga hijau yang harum yang kemudian matang menjadi biji lengket berduri.
Pohon Pisonia tersebar di seluruh pulau koral di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Spesies ini sering mendominasi vegetasi pulau koral yang matang, tumbuh dalam tegakan lebat yang tingginya mencapai 20m (66ft). Kayu Pisonia cenderung lemah dan lunak serta cepat membusuk saat pohonnya tumbang.
Hutan Pisonia merupakan tempat bersarang yang umum bagi burung laut. Salah satu hutan Pisonia terbaik yang masih ada dapat ditemukan di Atol Palmyra.
Pulau St. Pierre, Grup Farquhar, pernah ditutupi oleh hutan Pisonia grandis. Hutan ini menghilang setelah penambangan guano antara tahun 1906 dan 1972. Vegetasi alaminya hancur untuk mengeruk guano dan lanskap pulau tersebut menjadi gersang.[3]
Kegunaan
Daunnya secara tradisional digunakan sebagai sayuran daun di beberapa negara.[4] Daun ini merupakan bagian dari kuliner Maladewa tradisional dalam hidangan seperti mas huni.[5]
Dalam mitologi
Bunga ini dikenal sebagai wijayakusuma ('bunga kemenangan') dalam bahasa Jawa; populasi yang ditemukan di atas batu tidak jauh dari Nusa Kambangan di lepas pantai Jawa menjadi subjek legenda di mana seorang pangeran dari Kesultanan Mataram harus mampu mendapatkan bunga dari pulau kecil ini sebagai ukuran kekuatan dan bukti legitimasi.[6][7]
↑Piggott, C.J. (1961): Notes on some of the Seychelles Islands, Indian Ocean. Atoll Research Bulletin83: 1-10. PDF fulltextDiarsipkan 2006-09-13 di Wayback Machine.
↑Shaw, H. K. Airy (1952). "On the Distribution of Pisonia grandis R. BR. (Nyctaginaceae), with Special Reference to Malaysia". Kew Bulletin. 7 (1): 88–9. doi:10.2307/4117674.