Pisau Hitchens adalah kaidah epistemologi menyatakan bahwa beban pembuktian kebenaran suatu klaim ditanggung oleh orang yang membuat klaim tersebut. Apabila buktinya tidak ada, klaim itu menjadi tidak berdasar dan penentang klaim tidak perlu berdebat panjang lebar untuk membantahnya. Kaidah ini diajukan oleh penulis Inggris-Amerika Christopher Hitchens (1949–2011).
Pisau Hitchens sebenarnya diterjemahkan dari peribahasa Latin "Quod gratis asseritur, gratis negatur" ("Sesuatu yang dipaparkan dengan bebas dibantah dengan bebas") yang populer pada abad ke-19.[4][5] Diktum ini lebih kuat daripada standar Sagan ("Klaim luar biasa memerlukan bukti luar biasa") karena juga berlaku untuk klaim yang tidak luar biasa.