Nama "Piladang" adalah Nama daerah di sekitar simpang empat jalan menuju ke Batusangkar. Diberi nama Piladang bagi orang terdahulu dikarenakan disitu terdapat serumpun bunga Piladang.
Penamaan kampung "Piladang" mulai melekat pada masa belanda dikarenakan adanya Pakan (pasar) di Piladang, ditambah Pula dengan dibangunnya Stasiun Piladang di sana, maka sampai sekarang ternama dengan Jorong Piladang.
Agama
Masyarakat jorong Piladang 100% memeluk agama islam. Jorong ini agak ganjil dari jorong yang lain di Nagari Koto Tangah Batu Hampa ini, karena jorong ini ada 3 buah masjid yang disebabkan oleh luasnya wilayah jorong Piladang, sedangkan jorong lainnya hanya punya sebuah masjid saja . Masjid yang ada di jorong Piladang:
Selain adanya masjid, Piladang ada pula Musholla diantaranya Musholla Nurul Huda di Guguak Nunang, Musholla Nurul Ikhlas di Guguak Malintang, Musholla Baiturrahman di Gaduang, Musholla An-Nur suku Malayu di Galanggang, Dan lain - lain.
Ekonomi
Jorong Piladang punya sentra pembuatan Kerupuk merah dan kerupuk bulan. Jorong Piladang punya satu pasar yaitu Pakan Jumat atau Pakan Piladang. Mayoritas penghasilan sehari - hari orang Piladang adalah bertani sawah, Berladang ubi singkong, kebun Coklat dan Kelapa. Selain itu ada pula menambang/mengangkat pasir di sungai Lurah Pasandiang untuk dijual.