Pertempuran berlangsung di Distrik Hankou dan Hanyang (yang sekarang bersama dengan Distrik Wuchang menjadi tri-distrik yang membentuk kota Wuhan). Meskipun kalah dalam jumlah pasukan dan persenjataan, tetapi kaum revolusioner berjuang dengan gagah berani guna mempertahankan Hankou dan Hanyang. Setelah pertempuran sengit dan berdarah, pasukan loyalis Qing yang memang lebih kuat, akhirnya berhasil mengambil alih kedua distrik tersebut.
Perlawanan selama 41 hari yang dilakukan oleh Tentara Revolusi itu menginspirasi provinsi-provinsi lain untuk menentang Dinasti Qing. Pertempuran berakhir setelah panglima pasukan Qing, Jenderal Yuan Shikai, setuju untuk melakukan gencatan senjata dan mengirim utusan guna bernegosiasi dengan kaum revolusioner. Negosiasi politik akhirnya mengarah pada pengunduran diri Puyi sebagai Kaisar Terakhir sekaligus menandai berakhirnya Dinasti Qing dan sebagai gantinya dibentuk pemerintahan Republik Tiongkok.