Di Pertempuran Omdurman (2 September 1898), sebuah pasukan yang dikomandani oleh Jenderal Inggris Sir Herbert Kitchener mengalahkan pasukan Abdullah al-Taashi, penerus orang yang memproklamasikan dirinya sendiri sebagai Mahdi, Muhammad Ahmad. Kitchener melakukannya dalam rangka membalas dendam kematian Jenderal Gordon pada tahun 1885.[3] Ini adalah sebuah demonstrasi superioritas dari tentara yang sangat terdisiplin yang dipersenjatai dengan senapan modern, meriam mesin dan artileri yang memiliki kekuatan dua kali lipat ketimbang senjata-senjata lama, dan menandai kesuksesan upaya Inggris untuk merebut kembali Sudan. Namun, tak sampai Pertempuran Umm Diwaykarat tahun 1899, pasukan Mahdist terakhir dikalahkan.
Churchill, Winston Spencer (2008) [two-volume unabridged version by Longmans & Green in 1899, abridged to one volume in 1902]. River War: An Historical Account of The Reconquest of the Soudan. St. Augustine's Press. ISBN1-58731-700-1. Also available at the Gutenberg Project.
Dutton, Roy (2012). Forgotten Heroes – The Charge of the 21st Lancers at Omdurman. London: Infodial. ISBN978-0-9556554-5-6.
Featherstone, Donald (1993). Omdurman 1898: Kitchener's Victory in the Sudan. London: Osprey. ISBN1-85532-368-0.