Pertempuran Khafji adalah pertempuran yang meletus di kota Khafji di Arab Saudi dari 29 Januari hingga 1 Februari 1991. Pemimpin Irak Saddam Hussein sebelumnya telah gagal untuk memancing serangan pasukan koalisi dengan menembaki posisi Saudi dan tank penyimpan minyak serta dengan menembakkan misil Scud ke Israel. Maka dari itu, ia memerintahkan serangan ke Arab Saudi dari Kuwait selatan. Divisi Pertama, Kelima dan Ketiga diperintahkan untuk melancarkan serangan ke Khafji dari beberapa arah dan bertempur melawan pasukan Amerika, Arab Saudi, dan Qatar di pesisir. Sebagian besar serangan Irak berhasil dipatahkan oleh pasukan Amerika dan pesawat koalisi, tetapi salah satu dari kolom pasukan Irak berhasil menduduki Khafji pada malam tanggal 29-30 Januari. Antara 30 Januari hingga 1 Februari, dua batalion Garda Nasional Saudi dan dua kompi tank Qatar mencoba merebut kembali Khafji dengan dukungan dari pesawat Koalisi dan artileri Amerika. Pada 1 Februari, kota ini berhasil direbut kembali dengan mengorbankan nyawa 43 pasukan Koalisi, sementara 52 orang terluka. Jumlah korban di pihak Irak tercatat antara 60 hingga 300, sementara 400 orang ditangkap.
Walaupun serangan ke Khafji digunakan sebagai propaganda kemenangan oleh pemerintah Irak, kota tersebut dengan cepat direbut kembali oleh pasukan Saudi dan Qatar. Pertempuran ini menunjukkan bahwa dukungan angkatan udara sangat membantu pasukan di darat dengan menghalangi dan mematahkan serangan darat.
Biddle, Stephen (Autumn 1996). "Victory Misunderstood: What the Gulf War Tells us About the Future of Conflict". International Security. 21 (2). The MIT Press: 139–179. doi:10.2307/2539073. JSTOR2539073.
Freedman, Lawrence; Efraim Karsh (Autumn 1991). "How Kuwait Was Won: Strategy in the Gulf War". International Security. 16 (2). The MIT Press: 5–41. doi:10.2307/2539059. JSTOR2539059.
"Gulf War Facts". CNN. CNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 12 June 2008. Diakses tanggal 12 October 2008.
Halliday, Fred (April 1991). "The Gulf War and its Aftermath: First Reflections". International Affairs. 67 (2). Blackwell Publishing: 223–234. doi:10.2307/2620827.
Lewis, Michael W. (July 2003). "The Law of Aerial Bombardment in the 1991 Gulf War". The American Journal of International Law. 97 (3). American Society of International Law: 481–509. doi:10.2307/3109837. JSTOR3109837.
Mahnken, Thomas G.; Barry D. Watts (Autumn 1997). "What the Gulf War Can (and Cannot) Tell Us about the Future of Warfare". International Security. 22 (2). The MIT Press: 151–162. doi:10.2307/2539371. JSTOR2539371.
Ogorkiewicz, Richard M. (December 1973). AMX-30 Battle Tank. Berkshire, United Kingdom: Profile Publications Ltd. OCLC54349455.
Perrett, Bryan (1995). Iron Fist: Classic Armoured Warfare Case Studies. London, United Kingdom: Brockhampton Press. ISBN1-86019-954-2.
Press, Daryl G. (Autumn 2001). "The Myth of Air Power in the Persian Gulf War and the Future of Warfare". International Security. 26 (2). The MIT Press: 4–44. doi:10.1162/016228801753191123.