Pada bulan Juni 1861, pasukan Banjarmasin di bawah komando Hidayatullah berada di Gunung Pamaton. Belanda berencana menyerang Pamaton. Setelah itu, mereka membalas serangan Hidayatullah di Martapura dan juga merebut benteng di Martapura yang digunakan oleh pasukan Banjar.[1]
Pertempuran
Orang Banjarmasin telah tiba di Gunung Pamaton dan disambut oleh penduduk asli di gunung tersebut dan berencana untuk menyerang Belanda, namun rencana tersebut bocor ke Belanda dan Belanda bersiap untuk menyerang mereka sebagai gantinya.[2]
Serangan itu terjadi di Benteng Pamaton, tempat Belanda memiliki banyak prajurit dan senjata untuk diserang. Namun, serangan itu gagal, dan banyak komandannya tewas atau terluka. Serangan ini mengakibatkan kekalahan Belanda dan kemenangan Banjarmasin.[3][4]