Pertempuran Gaixia (垓下之戰) berlangsung pada tahun 202 SM pada penghujung Perang Chu-Han antara pasukan Liu Bang melawan Xiang Yu. Sebelumnya, pasukan Han telah memperoleh berbagai kemenangan dalam perang melawan Chu, tetapi mereka masih belum mengendalikan seluruh wilayah Tiongkok. Sebagian besar wilayah Tiongkok timur masih dikuasai Chu.
Dalam pertempuran ini, ketika pasukan Chu mulai melemah, pasukan Han terus menggempur mereka. Pada malam harinya, Xiang Yu melarikan diri dari perkemahannya bersama dengan 800 pasukan berkuda. Pada pagi harinya mereka dikejar oleh pasukan Han. Xiang Yu akhirnya terkepung di tepi Sungai Yangtze dan bunuh diri.
Kematian Xiang Yu sangat mengguncang Chu Barat. Akhirnya Chu menyerah dan dikuasai oleh Han. Liu Bang lalu mengambil gelar kaisar dan kini dikenal dengan nama Kaisar Gaozu. Maka dari itu, kemenangan Han dalam pertempuran Gaixia membuka jalan bagi pembentukan Dinasti Han.
Debat
Ada kemungkinan bahwa permainan xiangqi (Catur Tiongkok) diciptakan oleh Xiang Yu pada masa perjanjian perdamaian. Salah satu catatan menyebutkan bahwa Xiang Yu menciptakan xiangqi agar semua pertempuran antara Chu dan Han pada masa depan dapat dilakukan melalui permainan ini, sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang harus ditanggung oleh kedua belah pihak. Di sebuah versi lain, diceritakan bahwa Liu Bang yang menciptakan permainan tersebut. Dalam versi ketiga yang dipopulerkan oleh buku terbaru dari David H. Li, Han Xin-lah yang menciptakan permainan tersebut. Satu faktor umum yang dikutip dalam cerita rakyat ini adalah bahwa dalam permainan xiangqi, garis yang membagi papan menjadi 2 bagian ditandai dengan "Sungai Chu" di sisi hitam dan "Perbatasan Han" di sisi merah. Akan tetapi, tidak ada dokumentasi sejarah yang menunjukkan asal muasal sebenarnya di era ini; deskripsi tertulis pertama tentang aturan xiangqi muncul jauh setelahnya, pada masa Dinasti Tang.
Menurut beberapa sejarawan, pertempuran itu terjadi di Kabupaten Lingbi atau di tempat yang sekarang disebut Kabupaten Luyi.[1][2]