Pertempuran
Pada 28 Februari, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa kota Enerhodar dan Pembangkit Listrik Nuklir Zaporizhia telah dikuasai oleh pasukan Rusia.[3][4] Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Wali kota Enerhodar, Dmytro Orlov.[5] Warga setempat kemudian melakukan barikade jalan yang menuju ke pembangkit listrik dan jalan menuju pintu masuk kota, hal ini mengakibatkan pasukan Rusia terpaksa mundur.[6][7]
Pada 1 Maret, pejabat Ukraina menyatakan bahwa kota telah dikepung oleh konvoi armada tempur pasukan Rusia yang tengah menuju Enerhodar pukul 14:00 waktu setempat.[8][9] Wali kota Orlov menyatakan bahwa kota tersebut kesulitan dalam memperoleh suplai bahan makanan.[8] Para warga melakukan unjuk rasa di jalan-jalan pada malam hari, sehingga menghalangi pasukan Rusia untuk memasuki kota.[9]
Kemudian pada pagi hari tanggal 2 Maret, Orlov menyatakan bahwa pasukan Rusia kembali berupaya memasuki kota.[10]Para pengunjuk rasa kembali melakukan upaya pemblokiran sambil membawa bendera Ukraina dan memblokade jalan dengan menggunakan truk-truk sampah.[11][12][13] Pada pukul 18.00, unjuk rasa tersebut melibatkan dua ratus warga, termasuk para pekerja pembangkit listrik. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi menyatakan bahwa pasukan Rusia telah menguasai kawasan di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir melalui pemberitahuan sebelumnya oleh pihak otoritas Rusia.[13]
Pada 3 Maret 2022 pukul 23:28 waktu setempat, barisan pasukan Rusia yang terdiri dari 10 armada kendaraan lapis baja dan dua tank bergerak perlahan mendekati area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.[14][15][16] Konfrontasi dimulai pada 4 Maret pukul 12:48, ketika pasukan Ukraina menembakkan rudal-rudal anti tank ke armada tank Rusia yang berada di barisan terdepan, kemudian dibalas dengan serangan balik oleh pasukan Rusia dengan berbagai jenis senjata, termasuk granat berpeluncur roket.[15] Pasukan Rusia kemudian memasuki area parkir dekat gerbang depan. Sebagian besar tembakan Rusia diarahkan ke pusat pelatihan dan gedung administrasi utama, tetapi pasukan Rusia juga beberapa kali menembakkan senjata berat ke arah gedung reaktor.[15] Selama kurang lebih dua jam terjadinya pertempuran sengit, kebakaran terjadi di fasilitas pelatihan di luar kompleks utama, hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 06.20,[17][18] meskipun bagian lain di sekitar pembangkit mengalami kerusakan.[15] Pada hari yang sama, IAEA mengonfirmasi bahwa sistem keselamatan pembangkit listrik tersebut tidak terpengaruh oleh karena adanya pertempuran dan tidak ada pelepasan material yang mengandung radioaktif.[19] Pasukan Rusia juga memasuki Enerhodar dan berhasil mendudukinya.[20][21] Orlov menyatakan bahwa sebagai akibat dari pertempuran ini, kota tersebut kehilangan pasokan pemanas.[22]
Kesudahan
Pada 5 Maret, Gubernur Oblast Zaporizhzhia, Oleksandr Starukh, menyatakan bahwa pasukan Rusia telah meninggalkan Enerhodar setelah melakukan penjarahan dan kota tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali otoritas setempat. Namun, Orlov membantah laporan tersebut dan menyatakan bahwa pasukan Rusia masih menduduki perimeter di kota dan pembangkit listrik, dengan otoritas setempat masih mengelola kota tersebut.[23] Pada 7 Maret, administrasi militer Ukraina di wilayah tenggara, mengonfirmasi bahwa Enerhodar masih berada di bawah kendali pasukan Rusia.[24]