Sejarah
Perusahaan ini didirikan pada akhir tahun 2016 sebagai hasil pemisahan bisnis penyewaan kapal dari Pertamina. Pada tahun 2017, Pertamina menyerahkan empat unit kapal (MT Sei Pakning, MT Sungai Gerong, MT Sambu, dan MT Fastron) dan satu unit FSO (FSO Abherka) ke perusahaan ini. Pada tahun 2018, perusahaan ini mendirikan Pertamina International Shipping Pte. Ltd di Singapura. Pada tahun 2019, perusahaan ini mulai mengoperasikan satu unit kapal General Purpose (GP) yang diberi nama "PIS Patriot" untuk memperkuat armadanya di Singapura.
Pada tahun 2021, Pertamina resmi menunjuk perusahaan ini sebagai induk subholding pengapalan di lingkungan Pertamina. Sebagai bagian dari pembentukan subholding tersebut, Pertamina pun menyerahkan 71 unit kapal, aset kelautan selain sarana tambat, dan 99,99% saham PT Pertamina Trans Kontinental ke perusahaan ini.[5] Pertamina juga menyerahkan enam terminal BBM dan LPG-nya untuk memperkuat rantai pasok dari perusahaan ini.[3][4] Pada bulan April 2021, perusahaan ini mulai mengoperasikan dua unit kapal tanker berkategori Very Large Crude Carrier (VLCC), yakni "Pertamina Prime" dan "Pertamina Pride".[6]
Pada akhir bulan September 2021, mayoritas saham PT Peteka Karya Tirta resmi diserahkan ke perusahaan ini.[7] Pada tahun 2022, perusahaan ini berekspansi ke pengangkutan petrokimia dengan mulai mengoperasikan kapal tanker "PIS Precious".[8] Pada awal tahun 2023, perusahaan ini mengubah nama PT Peteka Karya Tirta menjadi PT Pertamina Energy Terminal.[9] Pada pertengahan tahun 2023, perusahaan ini membeli satu unit kapal tanker jarak menengah berkapasitas 40.000 metrik ton yang diberi nama "PIS Sumatera".[10]
Pada bulan Januari 2024, perusahaan ini mulai mengoperasikan dua unit kapal tanker berkategori Very Large Gas Carrier (VLGC), yakni "Pertamina Gas Tulip" dan "Pertamina Gas Bergenia".[11] Pada bulan Mei 2024, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan dua unit VLGC lain, yakni "Pertamina Gas Caspia" dan "Pertamina Gas Dahlia".[12]