Jika artikel ini tidak memenuhi syarat KPC, atau Anda ingin memperbaikinya, silakan hapus pemberitahuan ini, tetapi tidak dibenarkan menghapus pemberitahuan ini dari halaman yang Anda buat sendiri. Jika Anda membuat halaman ini tetapi Anda tidak setuju, Anda boleh mengeklik tombol di bawah ini dan menjelaskan mengapa Anda tidak setuju halaman itu dihapus. Kemudian, silakan tambahkan {{Tunda KPC}} di paling atas halaman tanpa menghapus tag ini. Jika sudah, silakan kunjungi halaman pembicaraan untuk memeriksa jika sudah menerima tanggapan pesan Anda.
Jangan lupa tambahkan {{Tunda KPC}} di paling atas halaman jika Anda mempertentangkan penghapusan halaman ini.
Ingat bahwa artikel ini dapat dihapus kapan saja jika sudah tidak diragukan lagi memenuhi kriteria penghapusan cepat, atau penjelasan dikirim ke halaman pembicaraan Anda tidak cukup meyakinkan kami.
Marga "Person" merupakan salah satu nama keluarga atau marga yang secara spesifik tercatat dalam silsilah keturunan Suku Dayak Benuaq, salah satu sub-suku Dayak besar yang mayoritas mendiami wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Asal usul nama
Nama "Person" berasal dari nama seorang tokoh penting atau kepala adat di masa lampau. Anak cucunya kemudian menyematkan. [1] nama tokoh tersebut di belakang nama baptis atau nama lahir mereka untuk menjaga identitas asal-usul keluarga, Pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan, pemerintah mulai mewajibkan pencatatan sipil. Keluarga Dayak yang memiliki silsilah ikatan darah yang kuat memilih satu nama kakek/leluhur mereka untuk dijadikan nama belakang keluarga (fam) yang konstan agar memudahkan pelacakan ahli waris dan silsilah hukum adat.
Perbedaan dengan nama Person dalam bahasa inggris
Meskipun memiliki ejaan yang persis sama, nama "Person" pada marga Dayak Benuaq dan kata 'person" dalam bahasa Inggris adalah dua hal yang sama sekali tidak berhubungan. Keduanya berasal dari akar bahasa, fungsi, dan sejarah yang berbeda total.
Identik dengan agama kristen (Khususnya Protestan)
Marga Person identik dengan agama Kristen (Khususnya Protestan) Karena tidak lepas Dari faktor demografi sejarah penduduk Kutai Barat yang dimulai secara intensif pada awal abad ke-20 melalui zending (misionaris) Protestan, namun esensi utama dari marga itu sendiri murni merupakan warisan identitas hukum adat dan kebudayaan Dayak Benuaq, Oleh Karena Itu akhirnya orang Benuaq dari marga Person tersebut memeluk agama Kristen merupakan hasil dari perjalanan sejarah panjang yang melibatkan misi keagamaan, kebijakan politik pemerintah, kecocokan budaya, ajaran kasih yang diberi oleh misionaris, dan hingga saat ini mereka tetap menjadi penganut kristen yang taat, pada masa kolonial, penyebaran Protestan di wilayah Kutai Barat dirintis oleh para misionaris dari Indische Kerk dan zending yang kemudian membentuk Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Tokoh-tokoh seperti Pendeta H. Sundermann dan zending lainnya banyak menerjemahkan Alkitab dan menyebarkan ajaran di wilayah suku Dayak Benuaq, disitulah orang Benuaq dari marga Person identik dengan kristen (terutama Protestan), Sebelum memeluk agama kristen, orang benuaq dari marga Person memeluk kepercayaan asli Kaharingan. Saat ini, marga Person spesifik lekat dengan latar belakang Protestan.
Keberadaan
Orang Benuaq dari marga Person mayoritas mendiami wilayah pedalaman kabupaten Kutai Barat, banyak yang tidak mengetahui tentang marga Person (terutama orang luar), hanya sedikit atau beberapa saja yang mengetahui marga ini.