Perpustakaan Celsus dianggap sebagai salah satu contoh penting arsitektur Romawi dan merupakan salah satu dari sedikit perpustakaan besar dunia kuno di wilayah Kekaisaran Romawi yang masih bertahan. Bangunan ini merupakan perpustakaan terbesar ketiga di dunia Yunani-Romawi setelah Perpustakaan Alexandria dan Perpustakaan Pergamon,[8] dengan perkiraan koleksi sekitar 12.000 gulungan naskah.[9][10] Celsus dimakamkan di ruang bawah tanah di bawah perpustakaan dalam sarkofagus marmer yang dihias.[11] Luas ruang interior bangunan ini sekitar 180 meter persegi (2.000 kaki persegi).[12]
Bagian dalam perpustakaan beserta seluruh isinya hancur dalam kebakaran yang diduga terjadi akibat gempa bumi atau invasi bangsa Goth pada tahun 262 M,[13] sementara fasadnya runtuh akibat gempa bumi pada abad ke-10 atau ke-11.[14][15] angunan ini kemudian berada dalam bentuk reruntuhan selama berabad-abad hingga fasadnya direkonstruksi oleh para arkeolog antara tahun 1970 dan 1978.[16]
Celsus memiliki karier militer dan politik yang sukses, termasuk pernah menjabat sebagai komandan dalam tentara Romawi sebelum terpilih sebagai konsul Kekaisaran Romawi pada tahun 92 M.[6] Ia merupakan seorang Yunani yang telah mengalami Romanisasi, berasal dari Sardis atau Efesus, dan berasal dari keluarga imam pemuja Roma.[4][5] Celsus termasuk salah satu orang pertama dari provinsi timur berbahasa Yunani di Kekaisaran Romawi yang menjabat sebagai konsul,[4][5] yaitu jabatan tertinggi yang dipilih dalam pemerintahan Romawi.[17] Celcus diperkirakan sebagai salah satu orang Yunani pertama yang menjadi senator Romawi, meskipun hal ini masih diperdebatkan dalam kajian akademik.[18] Setelah itu, ia diangkat sebagai prokonsul atau gubernur provinsi Asia, wilayah Romawi yang mencakup area yang kurang lebih setara dengan Turki modern.[6] Celcus juga pernah menjabat sebagai senator, konsul, dan praetor, dengan kenaikan jabatan yang relatif cepat, sebelum akhirnya pensiun dan kembali ke Efesus.[18]