Sebuah gambar dari seorang anggota Perhimpunan Swastika Merah pada sekitar tahun 1937
Perhimpunan Swastika Merah atau Perhimpunan Swastika Merah Dunia (Hanzi sederhana:世界红卍字会; Hanzi tradisional:世界紅卍字會; Pinyin:shìjiè hóngwànzìhuì) adalah sebuah asosiasi sukarela yang didirikan di China pada 1922 oleh Qian Nengxun (錢能訓), Du Bingyin (杜秉寅) dan Li Jiabai (李佳白). Bersama dengan presiden organisasi tersebut Li JianChiu (李建秋), mereka berencana mendirikan federasi tersebut di Beijing. Swastika (卍 wàn) dalam budaya Tiongkok dan budaya lainnya merupakan sebuah simbol manifestasi Tuhan atau ciptaan-Nya.
Simbol spiritual
Swastika (卍 wàn; "tak terbatas", "segala") dalam budaya Tionghoa dan kebudayaan lain merupakan simbol alam semesta, atau manifestasi dan kreativitas Tuhan. Simbol ini menjadi bagian dari sejumlah perkumpulan penyelamat baru yang didirikan pada awal abad ke-20 di Tiongkok, yang berbeda dengan perkumpulan sebelumnya yang berfokus pada penyelamatan Tiongkok, karena bertujuan pada penyelamatan dunia. Perkumpulan ini terinspirasi oleh contoh Barat seperti Palang Merah[1] untuk membangun lembaga amal yang berakar pada agama tradisional Asia. Penggunaan simbol ini dalam berbagai kebudayaan Asia sudah ada jauh sebelum, dan karena itu tidak berkaitan dengan, penggunaannya dalam Ikonografi Nazi. Laporan mengenai kekuatan perkumpulan ini pada 1920-an dan 1930-an sangat beragam, dengan catatan jumlah "anggota" sebanyak 30.000 orang pada 1927 hingga 7–10 juta "pengikut" pada 1937.[2]
Misi
Secara umum, misi organisasi ini adalah usaha luas dalam bidang filantropi dan pendidikan moral. Organisasi ini mengelola rumah miskin dan dapur umum, serta rumah sakit modern dan berbagai kegiatan bantuan lainnya. Organisasi ini memiliki fokus internasional yang jelas, dengan mengirimkan bantuan ke Tokyo setelah gempa bumi dan juga sebagai tanggapan terhadap bencana alam di Uni Soviet. Selain itu, organisasi ini memiliki kantor di Paris, London, dan Tokyo, serta anggota yang terdiri dari profesor Esperanto.[3]
Pembantaian Nanjing
Perhimpunan Swastika Merah di Hong Kong, Causeway Bay sekitar tahun 2008
Dampak organisasi ini yang paling banyak didokumentasikan dalam sejarah Tiongkok adalah keterlibatannya dalam membantu para korban Pembantaian Nanjing. Amukan pasukan Jepang yang menduduki kota tersebut meninggalkan ribuan jenazah di jalanan, dan Perhimpunan Swastika Merah turun tangan untuk membantu proses pemakaman.[4] Catatan kegiatan ini dari Perhimpunan Swastika Merah telah menjadi sumber primer penting bagi penelitian mengenai skala kekejaman tersebut dan lokasi kuburan massal.
Masa kini
Meskipun tampaknya sempat ditekan selama masa pemerintahan Maois di Tiongkok daratan, Perhimpunan Swastika Merah tetap bertahan hingga kini sebagai organisasi keagamaan yang berfokus pada kegiatan amal. Organisasi ini memiliki cabang di berbagai wilayah Tionghoa perantauan, dengan kantor pusat di Taiwan. Selain kegiatan amal, Perhimpunan Swastika Merah juga mengelola dua sekolah di Hong Kong (Tuen Mun dan Tai Po) serta satu sekolah di Singapura (Sekolah Swastika Merah).[5]
↑Duara, Prasenjit (2000). Wen-Hsin Yeh (ed.). "Of Authenticity and Woman: Personal Narratives of Middle-Class Women in Modern China". Becoming Chinese. Berkeley: University of California Press: 348.
↑Duara, Prasenjit (2003). Birgit Meyer; Peter Geschiere (ed.). "Transnationalism in the Era of Nation-States: China 1900-1945". Globalization and Identity. Berkeley: Blackwell Publishers: 51.