Proses perawatan jenazah. Dari kiri atas searah jarum jam: tubuh di kamar jenazah, meja autopsi dengan peralatan persiapan, batu nisan, dan prosesi pemakaman.
Perawatan jenazah adalah perencanaan, penyediaan, dan pengembangan layanan, produk, kebijakan, serta tata kelola setelah kematian. Dalam konteks ini, perawatan jenazah merujuk pada industri para pekerja perawatan jenazah, kebijakan dan politik yang terkait dengan penyediaannya, serta bidang kajian akademis yang bersifat interdisipliner.[1]
Perawatan jenazah, sejak titik kematian klinis, memiliki alur waktu yang beragam. Tahap pertama biasanya melibatkan tenaga kesehatan dan petugas yang berada paling dekat dengan orang yang meninggal, termasuk dokter, perawat, pekerja paliatif dan perawatan akhir hayat.[2] Setelah itu, perawatan terhadap jenazah mengikuti jalur budaya, agama, maupun pribadi. Hal ini dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, pengurus jenazah, hingga penjaga makam—semua peran tersebut membentuk apa yang dikenal sebagai pekerja perawatan jenazah.[3]
Referensi
↑Marsh, Tanya (2018). "The Death Care Revolution"(PDF). Wake Forest Journal of Law & Policy. 8 (1): 1–4. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 20 September 2022. Diakses tanggal 27 Oktober 2021.
↑Johns Hopkins Berman Institute of Bioethics; University of Colorado Boulder MENV (24 Oktober 2021). "Essential Death care workers briefing book"(PDF). Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 24 Oktober 2021. Diakses tanggal 24 Oktober 2021.