Panglima perang Kristen Feng Yuxiang melakukan kudeta Beijing yang menyebabkan Kelompok Zhili mengalami kekalahan secara keseluruhan. Selama perang, kedua kelompok ini bertempur dalam suatu pertempuran besar di dekat Tianjin pada Oktober 1924 dan beberapa pertempuran kecil serta pengepungan. Setelah itu, baik Feng Yuxiang maupun Zhang Zuolin (penguasa Kelompok Fengtian) menunjuk Duan Qirui menjadi perdana menteri boneka. Di Tiongkok selatan dan tengah, orang Tiongkok yang lebih liberal justru kecewa dengan kemajuan yang diperoleh Kelompok Fengtian dan oleh kekosongan kekuasaan yang diakibatkannya sehingga terjadi gelombang protes. Perang ini juga mengalihkan perhatian para panglima perang utara dari pihak Nasionalis dukungan Soviet yang berbasis di provinsi selatan Guangdong, sehingga memungkinkan dilakukannya persiapan tanpa hambatan untuk meluncurkan Ekspedisi ke Utara yang akhirnya menyatukan Tiongkok di bawah kepemimpinan Chiang Kai-shek.
Referensi
↑Waldron, Arthur, (1995) From War to Nationalism: China's Turning Point, 1924-1925, p. 5