Peralatan audio digunakan secara luas dalam berbagai konteks, termasuk konser, bar, ruang pertemuan, studio rekaman, dan lingkungan rumah tangga, untuk memenuhi kebutuhan reproduksi, perekaman, dan penguatan suara. Sirkuit elektronik yang tergolong dalam elektronika audio dirancang untuk melakukan fungsi pemrosesan sinyal tertentu, seperti penguatan, penyaringan, atau modifikasi karakteristik sinyal suara saat berada dalam bentuk listrik. Selain berasal dari sumber akustik, sinyal audio juga dapat dihasilkan secara sintetis melalui pembangkitan sinyal listrik oleh perangkat elektronik.[2]
Secara historis, perangkat elektronika audio dikembangkan menggunakan teknik sirkuit analog. Seiring perkembangan teknologi, elektronika digital diperkenalkan dan memungkinkan manipulasi sinyal audio melalui perangkat keras digital maupun perangkat lunak komputer. Karena sifat sinyal digital yang kompatibel dengan sistem komputasi, pemrosesan audio berbasis perangkat lunak menjadi semakin umum. Meskipun demikian, baik pendekatan analog maupun digital masih digunakan hingga saat ini, dengan pemilihan teknologi yang bergantung pada kebutuhan dan aplikasi spesifik.
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2012-02-18. Diakses tanggal 31-12-2025.Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)