Sinetron ini menceritakan tentang keseharian dalam kegiatan birokrasi yang ada di sebuah kelurahan bernama Kampung Bengek. Biasanya kantor kelurahan menjadi latar utama, di mana warga Kampung Bengek bisa melapor atau menyampaikan keluhan tentang apa saja, terutama kepada RT (Bolot) yang nantinya akan disampaikan kepada lurah (Sanan), dan kemudian akan dilakukan tindakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang juga dibantu oleh para Hansip (Malih, Nur Tompel, H. Bodong) yang sedang ditugaskan.
Namun, RT Bolot memiliki gangguan pendengaran atau budeg sehingga sering kali tidak nyambung apabila diajak bicara, baik itu pada lurah beserta para hansipnya, maupun warga yang melapor. Hal itu cukup membuat kesal dan membuat lawan bicara RT Bolot harus berbicara dengan nada keras supaya RT Bolot mendengar apa yang dia bicarakan, walaupun kadangkala sering tidak digubris oleh RT Bolot yang tentunya mengundang gelak tawa penonton dan diiringi alunan suara musik lenongBetawi.