Penyensoran bukuPara prajurit Chili membakar buku-buku yang dianggap bertentangan secara politik pada 1973, di bawah kediktatoran Augusto Pinochet.
Penyensoran buku atau pencekalan buku adalah tindakan beberapa otoritas (negara, pemerintah) yang mengambil tindakan untuk menekan gagasan dan informasi dalam sebuah buku. Penyensoran adalah "pengaturan kebebasan berbicara dan bentuk otoritas mengakar lainnya".[1] Buku-buku disensor oleh kediktatoran otoritarian untuk membungkam pembangkangan, seperti Republik Rakyat Tiongkok, Jerman Nazi dan Uni Soviet. Buku paling sering disensor karena kesesuaian usia, bahasa ofensif, konten seksual, dan alasan lainnya.[2] Selain itu, agama dapat mengeluarkan daftar buku yang dicekal, seperti contoh historis dari Index Librorum Prohibitorum oleh Gereja Katolik dan mencekal buku-buku seperti The Satanic Verses karya Salman Rushdie oleh Ayatollah Khomeini,[3] yang seringkali tak selalu mendapatkan tindakan hukum. Penyensoran juga dapat diberilakukan di tingkat nasional atau subnasional, dan dapat diberlakukan hukuman. Dalam banyak kasus, pengarang buku dapat menghadapi hukuman berat, diasingkan dari negara, atau bahkan dihukum mati.
Referensi
↑Chapman, Roger; Ciment, James (2014). Culture Wars in America: an Encyclopedia of Issues, Viewpoints, and Voices (Edisi 2nd). Armonk, New York. ISBN978-0765683175. OCLC881383488. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
↑Swan, John. 1991. "The Satanic Verses," the "Fatwa," and Its Aftermath: A Review Article. The Library Quarterly: Information, Community, Policy 61.4:429–443
Clegg, Cynthia S. (2001). Press censorship in Jacobean England. Cambridge University Press.
Craig, Alec. 1962. The Banned Books of England and Other Countries. London: George Allen & Unwin.
Davis, KC. “The Lady Goes to Court: Paperbacks and Censorship (Reprinted from Two-Bit Culture: The Paperbacking of America, 1984).” Publishing Research Quarterly 11, no. 4 (1996): 9–32.
Edwards, M. J. (2017). Christianity, Book-Burning and Censorship in Late Antiquity. The Journal Of Ecclesiastical History, 68(4), 825–827.
Neilson, W. A. (1930). Is Official Censorship of Books Desirable? CON. Congressional Digest, 9(2), 56–57.