Penindasan Soviet di Belarus mengacu pada kasus-kasus penganiayaan terhadap orang-orang di Belarus di bawah pemerintahan komunis. Hal ini termasuk penganiayaan dari orang-orang dengan dugaan kegiatan kontra revolusi serta deportasi orang-orang ke daerah-daerah lain di berdasarkan latar belakang sosial, suku, agama, atau lainnya.[butuh rujukan]
Gelombang penindasan lainnya terjadi pada 1939-1941 di Belarus Barat menyusul pencaplokannya ke Uni Soviet, ketika ribuan kulaki, imam, tokoh sosial dan politik, mantan pejabat Polandia, dan osadniki baik dimusnahkan atau dipindahkan secara paksa di Kazakhstan, Siberia dan daerah-daerah lain di Uni Soviet.[butuh rujukan] Penindasan sebagian besar berhenti setelah kematian Joseph Stalin pada tahun 1953.[butuh rujukan] Jumlah tepat dari orang-orang yang menjadi korban penindasan Soviet di Belarus sulit untuk ditentukan karena arsip KGB di Belarus tetap tidak dapat diakses untuk para peneliti.[1][butuh sumber yang lebih baik]
Jumlah korban
Menurut perkiraan yang beum lengkap, sekitar 600.000 orang menjadi korban penindasan Soviet di Belarus antara tahun 1917 dan tahun 1953.[2][3] Perkiraan lain menaikkan jumlah tersebut hingga menjadi lebih dari 1,4 juta orang[4] dengan 250.000 orang dijatuhi hukuman oleh pengadilan atau diekseksi oleh bada luar hukum (dvoikas, troikas, komisi khusus dari OGPU, NKVD, dan MGB). Dengan pengecualian orang yang dijatuhi hukuman pada tahun 1920-1930-an, lebih dari 250.000 orang Bearus dideportasi sebagai kulak atau anggota keluarga kulak ke wilayah di luar Republik Soviet Belarus.[butuh rujukan]
358.686 orang dipercayai telah menjadi korban penindasan Soviet dengan dijatuhkan hukuman mati di Belarus pada 1917-1953 menurut sejarawan Vasil Kushner. Secara keseluruhan, sekitar 200.000 korban penindasan politik Siviet direhabilitasi di Belarus antara tahun 1954 dan 2000.