Penghargaan Perusahaan Hitam (bahasa Jepang:ブラック企業大賞code: ja is deprecated ) adalah sebuah proyek untuk membuat klasemen perusahaan paling jahat di Jepang. Proyek ini diinisiasi pada tahun 2012.[1] Organisasi yang menyelanggarakan proyek ini menyebut diri mereka sebagai "Komite Perencanaan Penghargaan Perusahaan Hitam" atau "Komite Eksekutif Penghargaan Perusahaan Hitam".[2] Komite tersebut terdiri dari total 10 anggota pada tahun 2012, termasuk reporter Takuya Furukawa, serta profesor Universitas Hosei (tahun 2012) Hiroaki Mizushima.[3] Sebenarnya sejak penghargaan ini dimulai pada tahun 2012, perusahaan "pemenang" akan selalu diundang ke upacara penghargaan setiap tahunnya, tetapi sejauh ini belum ada perusahaan yang hadir pada upacara tersebut.[4]
Terdapat perilaku dan sikap tidak tahu malu berikut ini:
Adanya kasus bunuh diri akibat beban kerja berlebihan yang diklaim oleh perusahaan sebagai kecelakaan industri. Perusahaan mengatakan bahwa, "Kami tidak mengakui bahwa kami tidak mampu mengelola tenaga kerja", dan "Kami bersumpah demi Tuhan bahwa Watami bukanlah perusahaan hitam."
Sikap yang kontradiktif: Pekerja melakukan bunuh diri karena terlalu banyak bekerja, meskipun mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan mengkampanyekan pentingnya memiliki sebuah mimpi.
Penyebab kematian akibat kerja berlebihan yang telah diakui secara resmi sebab keluarga korban telah memenangkan gugatan pengadilan. Terdapat beberapa aspek-aspek negatif dari industri teknologi informasi seperti:
Sebuah sarang dari jam kerja panjang yang kronis, yang dapat diungkapkan dengan istilah "perjalanan kematian"
Pekerjaan yang melibatkan mesin dapat menyebabkan depresi
Kesulitan dalam sertifikasi kecelakaan industri karena kurangnya pemahaman administrasi ketenagakerjaan dan sistem peradilan
Dalam menanggapi tuntutan hukum yang diajukan seorang karyawan paruh waktu karena berulang kali melakukan aktivitas ilegal, perusahaan malah menganggap karyawan tersebut seperti anak kecil yang sedang mengamuk dan memberikan alasan yang tidak logis mengingat perusahaan ini menangani isu sosial.
Klaim aneh bahwa "kontrak dengan anggota serikat pekerja adalah kontrak kerja, bukan kontrak ketenagakerjaan"
Tuntutan pidana diajukan balik terhadap karyawan yang mengajukan gugatan tersebut
Memiliki semua karakteristik “perusahaan hitam secara umum” berikut:
Karyawan baru biasanya bunuh diri setelah enam bulan bekerja
Desakan yang membuat karyawan baru bersaing untuk mendapatkan loyalitas melalui masa percobaan yang disebut "babak kualifikasi"
Alasan yang tak masuk akal sebagai
alasan untuk memaksa karyawan agar bekerja selama berjam-jam, karena "cuaca tidak pernah tidur"
Teks surel yang dikirim kepada korban sebelum kematiannya menunjukkan tidak adanya kesadaran perusahaan akan hak asasi manusia
Lebih jauh lagi, meskipun telah berjanji kepada keluarga korban yang meninggal bahwa hal ini takkan terulang lagi, terdapat indikasi bahwa jam kerja yang dipublikasikan telah dipalsukan dari jumlah yang sebenarnya demi memuaskan sentimen masyarakat.
Calon perusahaan nominasi lainnya termasuk SHOP99 (sekarang Lawson Store 100), Maruhachi Mawata, Skylark, Rikuentai dan Harvest Holdings (perusahaan yang terlibat dalam kecelakaan bus di Jalan tol Kan'etsu, di mana seorang pengemudi tertidur saat mengemudi).
Seorang karyawan melakukan bunuh diri akibat depresi akibat terlalu banyak bekerja. Karyawan dikatakan bekerja sebanyak 344 jam lembur per bulan, dan klinik yang mereka datangi mencatat bahwa mereka bekerja 600 jam sebulan. Namun, tidak ada tanda-tanda lembur mereka dibayar perusahaan.
Animator disebut-sebut sebagai profesi yang diminati anak muda, namun survei yang dilakukan oleh Asosiasi Sutradara Animasi Jepang pada tahun 2008 terhadap 728 orang menemukan bahwa 90% di antaranya berpenghasilan tahunan kurang dari 2 juta yen, jam kerjanya tidak diatur, dan banyak yang tidak terdaftar dalam asuransi sosial. Sebagai simbol eksploitasi mimpi kaum muda .
Perusahaan tersebut mengganggu hak pemilik tempat waralaba dalam menjual dengan harga diskon. Gangguan terhadap penjualan dengan harga diskon merupakan "penyalahgunaan posisi tawar dominan" berdasarkan Undang-Undang Larangan Monopoli Swasta dan Pemeliharaan Perdagangan yang Adil (Undang-Undang Antimonopoli). Aturan tersebut sudah ditegakkan oleh Komisi Perdagangan Jepang sejak tahun 2009.
Penghargaan Pemungutan Suara Daring
HIKKOSHISHA Co., Ltd (Ari-san Mark Moving )
Perusahaan tiba-tiba memberhentikan seorang karyawan penjualan karena alasan pendisiplinan. Perusahaan lantas membuat dokumen yang menjelaskan alasan pemecatan (yang disebut "lembar dakwaan") dan ditempel di semua toko grup, disertakan dalam buletin perusahaan, dan bahkan dikirimkan kepada semua karyawan toko. Lembar dakwaan tersebut juga menyertakan foto karyawan yang dipecat.
Ketika karyawan tersebut mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Tokyo untuk membatalkan pemecatan disipliner tersebut, perusahaan tersebut memang membatalkan pemecatannya dan memerintahkan karyawan tersebut untuk kembali bekerja. Namun, ketika karyawan tersebut kembali bekerja, lembar dakwaan tersebut masih saja tertempel di dalam lingkungan perusahaan. Terdapat video yang menampilkan wakil presiden dan eksekutif lainnya menanggapi protes susulan dari karyawan tersebut dengan teriakan caci-maki, yang telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali di YouTube. Perusahaan tersebut juga terbukti melanggar Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan dengan memotong biaya kompensasi untuk kecelakaan kerja.
Pada bulan Maret, seorang pria berusia 23 tahun yang bekerja di lokasi pembangunan Stadion Nasional Jepang melakukan bunuh diri. Dia telah bekerja sekitar 190 jam lembur sebulan, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya. Menyusul insiden ini, Biro Tenaga Kerja Tokyo menyelidiki ada sekitar 760 perusahaan yang terlibat dalam pembangunan Stadion Nasional Baru, dan menemukan bahwa 37 perusahaan terlibat dalam pemaksaan kerja lembur secara ilegal dan mengeluarkan surat rekomendasi untuk perbaikan tata kerja.
Tanggal seremoni: 23 Desember 2019.
Tempat seremoni: Japan Waterworks Hall
Penghargaan tahun 2020 dibatalkan karena anggota komite eksekutif sibuk menangani berbagai masalah ketenagakerjaan yang timbul akibat pandemi COVID-19. Situs web resmi mereka belum diperbarui sejak saat itu, dan tidak jelas apakah penghargaan tersebut akan diadakan pada tahun 2021 atau setelahnya.