Penghambat oksidase xantina adalah zat apa pun yang menghambat aktivitas oksidase xantina, suatu enzim yang terlibat dalam metabolismepurin. Pada manusia, penghambatan oksidase xantina mengurangi produksi asam urat, dan beberapa obat yang menghambat oksidase xantina diindikasikan untuk pengobatan hiperurisemia dan kondisi medis terkait termasuk pirai.[1] Penghambat oksidase xantina sedang diselidiki untuk penanganan cedera reperfusi darah.
Dalam percobaan, banyak produk alami telah ditemukan menghambat oksidase xantina secara in vitro atau pada hewan model (mencit, tikus). Ini termasuk tiga flavonoid yang terdapat dalam banyak buah dan sayuran yang berbeda: kaempferol, mirisetin, dan kuersetin.[4][5] Secara lebih umum, flavon planar dan flavonol dengan gugus 7-hidroksil menghambat oksidase xantina.[6]Minyak asiri yang diekstrak dari Cinnamomum osmophloeum menghambat oksidase xantina pada mencit.[7] Produk alami propolis dari sumber terpilih menghambat oksidase xantina pada tikus; zat spesifik yang bertanggung jawab atas penghambatan ini belum diidentifikasi, dan keumuman temuan ini tidak diketahui.[8] Ekstrak daun Pistacia integerrima juga menghambat oksidase xantina pada tingkat yang tampaknya memerlukan penelitian lebih lanjut.[9]
Dalam pengobatan tradisional, paku pohon Cyathea spinulosa (sebelumnya Alsophila spinulosa) telah digunakan untuk pirai, tetapi komponen paling aktifnya yakni asam kafeat hanya merupakan penghambat oksidase xantina yang lemah.[10]
↑Iwanaga T, Kobayashi D, Hirayama M, Maeda T, Tamai I (December 2005). "Involvement of uric acid transporter in increased renal clearance of the xanthine oxidase inhibitor oxypurinol induced by a uricosuric agent, benzbromarone". Drug Metabolism and Disposition. 33 (12): 1791–5. doi:10.1124/dmd.105.006056. PMID16135657. S2CID16377221.
↑Becker MA, Schumacher HR, Wortmann RL, etal. (March 2005). "Febuxostat, a novel nonpurine selective inhibitor of xanthine oxidase: a twenty-eight-day, multicenter, phase II, randomized, double-blind, placebo-controlled, dose-response clinical trial examining safety and efficacy in patients with gout". Arthritis and Rheumatism. 52 (3): 916–23. doi:10.1002/art.20935. PMID15751090.
↑Selloum L, Reichl S, Müller M, Sebihi L, Arnhold J (November 2001). "Effects of flavonols on the generation of superoxide anion radicals by xanthine oxidase and stimulated neutrophils". Archives of Biochemistry and Biophysics. 395 (1): 49–56. doi:10.1006/abbi.2001.2562. PMID11673865.
↑Ahmad NS, Farman M, Najmi MH, Mian KB, Hasan A (May 2008). "Pharmacological basis for use of Pistacia integerrima leaves in hyperuricemia and gout". J Ethnopharmacol. 117 (3): 478–82. doi:10.1016/j.jep.2008.02.031. PMID18420362.
↑Chiang HC, Lo YJ, Lu FJ (1994). "Xanthine oxidase inhibitors from the leaves of Alsophila spinulosa (Hook) Tryon". Journal of Enzyme Inhibition. 8 (1): 61–71. doi:10.3109/14756369409040777. PMID7539070.