Tiga pesawat KF-16 milik Angkatan Udara Korea Selatan, mirip dengan dua pesawat yang terlibat, melepaskan bom sebagai bagian dari latihan pada tahun 2012
Pengeboman itu terjadi pada pukul 10:04 waktu setempat. Menurut Angkatan Bersenjata Republik Korea, seorang pilot KF-16 memasukkan koordinat yang salah sebelum melepaskan bom Mark 82 di daerah yang dihuni warga sipil. Jet kedua kemudian juga menjatuhkan bomnya; penyebabnya sedang diselidiki. Sebanyak delapan bom Mark 82 dijatuhkan.[3]
Laporan menyatakan dua puluh sembilan orang terluka, dua di antaranya luka serius. Dua rumah, sebuah bangunan gereja, dan beberapa kendaraan rusak parah.[4][3][1]
Akibat
Setelah pengeboman, penduduk Pocheon diungsikan, sementara pasukan penjinak bom mencari bahan peledak yang belum meledak. Angkatan Bersenjata Korea Selatan mengatakan bahwa latihan tembak langsung dihentikan setelah pengeboman. Angkatan Udara Korea Selatan mengatakan mereka sedang menyelidiki musibah ini dan akan memberikan ganti rugi kepada para korban.[3][4]
Pada 11 Maret 2025, dua perwira senior angkatan udara, seorang kolonel dan seorang letnan kolonel, diberhentikan oleh Angkatan Udara Republik Korea karena melanggar tugas hukum mereka dan mengawasi detail keselamatan dengan buruk. Investigasi sementara menunjukkan bahwa seorang penerbang salah mengetik koordinat dan menghilangkan prosedur verifikasi pertama, diduga mengikuti kesalahan printer. Kemudian seorang pilot salah melaporkan bahwa dia melihat lokasi target pada saat dia tidak dapat melihatnya.[5][6]
Pada 13 Maret 2025, Kementerian Pertahanan Nasional mendakwa dua pilot dengan kelalaian kerja karena menjatuhkan bom di lokasi yang salah.[6] Pilot tersebut dihukum berupa diskors satu tahun oleh Angkatan Udara pada 21 Maret 2025.[7]