Pada tanggal 26 September 2022, penembakan massal terjadi di sebuah sekolah di Izhevsk, Udmurtia, di barat-tengah Rusia.[2] Tujuh belas orang tewas, dan 24 lainnya terluka, sebelum pelaku yang diidentifikasi sebagai Artem Kazantsev, bunuh diri.[3][4]
Kejadian
Penembakan massal terjadi di Sekolah No. 88 (bahasa Rusia:Школа № 88code: ru is deprecated ) di Izhevsk, Udmurtia, Rusia sekitar pukul 10:52.[5][6] Berbekal dua pistol dan sejumlah amunisi, pria bersenjata bernama Artem Kazantsev, memasuki sekolah. Video setelahnya diposting oleh komite investigasi, yang mencakup foto-foto interior sekolah dan tubuh Kazantsev tergeletak di lantai setelah dia bunuh diri.[7][4]
Korban
Kazantsev membunuh total 17 orang yang terdiri dari 11 anak-anak, dua satpam, dua guru, dan dua orang dewasa lainnya.[7] Dua puluh empat orang terluka, termasuk 22 anak-anak.[3][4]
Investigasi
Penyelidik menggeledah kediaman Kazantsev dan menyelidiki laporan tentang potensi dia seorang neo-fasis dan berideologi Nazi setelah muncul laporan bahwa ia terlibat dalam organisasi atau kelompok neo-fasis.[7] Senjata yang digunakannya adalah dua pistol "traumatik", sebuah senjata api tidak mematikan yang digunakan oleh penegak hukum yang ia modifikasi menjadi peluru tajam dan diperoleh secara ilegal.[8]
Menurut email yang ditulis oleh penembak 20 menit sebelum serangannya, serangan itu bukan insiden teroris.[11]
Reaksi
Sekretaris Pers Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Vladimir Putin "sangat berduka" atas kematian tersebut. Serangan itu digambarkan sebagai "tindakan teroris oleh seseorang yang tampaknya termasuk dalam organisasi atau kelompok neo-fasis".[3]
Kepala Republik Udmurt, Aleksander Brechalov, menyatakan tiga hari berkabung setelah serangan tersebut.[8]