Penelitian pemasaran atau riset pemasaran adalah pengumpulan, pencatatan, dan analisis sistematis terhadap data kualitatif dan kuantitatif tentang persoalan terkait produk dan jasa pemasaran. Tujuannya adalah mengenali dan menilai bagaimana perubahan unsur dari bauran pemasaran mendampak perilaku konsumen.
Ini melibatkan penerapan pendekatan iklan tersasarkan untuk merinci data yang diperlukan untuk menangani persoalan tersebut, lalu merancang metode untuk mengumpulkan informasi dan menerapkan proses pengumpulan data. Usai menganalisis data yang terkumpul, hasil dan temuan (termasuk implikasinya) diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk mengambil tindakan.[1]
Bidang penelitian pemasaran itu jauh lebih tua daripada bidang penelitian pasar.[5] Walau keduanya melibatkan konsumen, penelitian pemasaran itu khususnya bersangkutan dengan proses pemasaran, misal keampuhan iklan dan keampuhan tenaga penjualan, sedangkan penelitian pasar itu khususnya bersangkutan dengan pasar dan penyaluran.[6] Kebingungan antara penelitian pasar dan penelitian pemasaran disebabkan oleh kemiripan istilah dan fakta bahwa penelitian pasar adalah subhimpunan dari penelitian pemasaran.[7][8][9] Kebingungan pun bertambah karena adanya perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian dan praktik di kedua bidang ini.[10]
Ikhtisar
Penelitian pemasaran sering dibagi menjadi dua himpunan pasangan kategori, baik berdasarkan pasar sasaran:
Penelitian pemasaran konsumen adalah bentuk sosiologi terapan yang berfokus pada preferensi, sikap, dan perilaku konsumen dalam ekonomi pasar, dan bertujuan untuk memahami efek dan keberhasilan komparatif dari kampanye pemasaran.[11]
Dengan demikian, penelitian pemasaran dapat diterangkan sebagai identifikasi, pengumpulan, analisis, dan penyebarluasan sistematis dan objektif terhadap informasi dengan tujuan membantu pengelolaan dalam pengambilan keputusan terkait identifikasi dan penyelesaian masalah dan peluang dalam pemasaran.[12] Tujuan penelitian pasar adalah memperoleh dan menyediakan pengelolaan dengan informasi yang layak tentang pasar (misalnya pesaing), konsumen, dan produk/jasa itu sendiri, dll.[13]
Metode
Secara metode, penelitian pemasaran memakai jenis rancangan penelitian berikut:[14]
Berdasarkan pertanyaan
Penelitian pemasaran kualitatif– umumnya dipakai untuk tujuan penjelajahan— jumlah penjawab yang sedikit– tidak dapat disamaratakan ke seluruh populasi– keberartian statistik dan tingkat kepercayaan tidak dihitung– contohnya kelompok fokus, wawancara mendalam, dan teknik proyektif
Kajian etnografis– karena sifatnya kualitatif, peneliti mengamati fenomena sosial dalam lingkungan alaminya.– Pengamatan dapat dilakukan secara secara melintas (bahasa Inggris:cross-sectionallycode: en is deprecated ; pengamatan yang dibuat pada satu waktu) atau memanjang (bahasa Inggris:longitudinallycode: en is deprecated ; pengamatan yang dibuat selama beberapa kurun waktu)– Contohnya analisis pemakaian produk dan jejak kuki komputer.
Teknik percobaan– karena sifatnya kuantitatif, peneliti menciptakan lingkungan yang hampir buatan (bahasa Inggris:quasi-artificialcode: en is deprecated ) untuk mencoba mengendalikan faktor-faktor yang tak diinginkan, kemudian memanipulasi setidaknya salah satu variabel.– contohnya pembelian laboratorium dan pasar uji.
Penelitian sekunder– Karena sifatnya kualitatif, peneliti mengumpulkan informasi dengan mengakses sumber informasi daring dan luring. Sumber ini dapat berupa sumber yang tersedia untuk umum - contohnya termasuk Kantor Statistik Nasional di Inggris, atau data.gov di AS - atau sumber informasi privat - contohnya buku ajar dan laporan yang hanya dapat diakses dengan membayar.[15]
Para peneliti sering memakai lebih dari satu rancangan penelitian. Mereka mungkin memulai dengan penelitian sekunder untuk mendapat informasi latar belakang, lalu melakukan kelompok fokus (rancangan penelitian kualitatif) untuk menjelajahi persoalan. Terakhir, mereka mungkin melakukan survei lengkap senegara (rancangan penelitian kuantitatif) untuk membuat anjuran tertentu bagi klien.
↑"Commercial Item Handbook"(PDF) (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 6 Oktober 2021. Diakses tanggal 2 Agustus 2020. market research is a business operation
↑Hart, Susan J.; Webb, John R.; Jones, Marian V. (1 Desember 1994). "Export Marketing Research and the Effect of Export Experience in Industrial SMEs". International Marketing Review (dalam bahasa Inggris). 11 (6): 4–22. doi:10.1108/02651339410072980.
↑"Market Research END-TO-END Benefits". 6 September 2014. Because Market Research is a subset of Marketing Research, it is easy to see why the two terms are often confused.
↑Contoh, data Sensus AS dapat dipakai untuk penelitian pasar maupun penelitian pemasaran: "NAPCS Product List for NAICS 54191: Marketing Research"(PDF) (dalam bahasa Inggris). data collection services for marketing research and public opinion surveys, by methods other than ... data collection services provided as part of a market research services package that includes