Penelitian dan pengembangan menjadi semakin penting bagi perekonomian Jepang sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an serta memperoleh dukungan yang signifikan dari pemerintah Jepang.
Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto, anggaran penelitian dan pengembangan Jepang menempati peringkat kedua tertinggi di dunia,[1] dengan 867.000 peneliti yang berbagi anggaran penelitian dan pengembangan sebesar 19 triliun yen hingga tahun 2017.[2]
Pertumbuhan
Seiring dengan semakin matangnya perekonomiannya pada tahun 1970-an dan 1980-an, Jepang secara bertahap beralih dari ketergantungan pada penelitian asing. Kemampuan Jepang untuk melakukan penelitian dan pengembangan secara mandiri menjadi faktor penentu dalam meningkatkan daya saing negara tersebut. Sejak tahun 1980, Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang, yang merupakan bagian dari Kantei (Kantor Perdana Menteri), mengumumkan dimulainya “era kemandirian teknologi Jepang.”
Pada tahun 1986, Jepang telah mengalokasikan proporsi PNB yang lebih besar untuk penelitian dan pengembangan dibandingkan Amerika Serikat. Pada tahun 1989, hampir 700.000 orang Jepang terlibat dalam penelitian dan pengembangan, jumlah yang melebihi gabungan jumlah peneliti dari Prancis, Britania, dan Jerman Barat. Pada saat yang sama, Jepang menghasilkan lebih banyak rekayasawan daripada negara mana pun kecuali Amerika Serikat dan Uni Soviet. Tren serupa juga terlihat dalam penggunaan sumber daya modal. Jepang menghabiskan US$39,1 miliar untuk penelitian dan pengembangan pemerintah dan swasta pada tahun 1987, setara dengan 2,9 persen dari pendapatan nasionalnya (rasio tertinggi di dunia). Meskipun Amerika Serikat menghabiskan sekitar US$108,2 miliar untuk penelitian dan pengembangan pada tahun 1987, hanya 2,6 persen dari pendapatannya yang dialokasikan untuk tujuan tersebut, menempatkannya di peringkat ketiga di belakang Jepang dan Jerman Barat.
Reputasi Jepang dalam hal orisinalitas juga meningkat. Dari 1,2 juta paten yang terdaftar di seluruh dunia pada tahun 1985, 40 persen di antaranya berasal dari Jepang, dan warga negara Jepang mengajukan 19 persen dari 120.000 permohonan paten yang diajukan di Amerika Serikat. Pada tahun 1987, sekitar 33 persen paten terkait komputer di Amerika Serikat berasal dari Jepang, begitu pula 30 persen paten terkait penerbangan dan 26 persen paten terkait komunikasi.
Inisiatif pemerintah
Meskipun telah mencapai kemajuan dalam penelitian dan pengembangan teknologi serta memiliki komitmen besar terhadap penelitian terapan, Jepang tetap tertinggal jauh dari negara-negara maju lainnya dalam penelitian ilmiah dasar. Pada tahun 1989, sekitar 13 persen dana penelitian dan pengembangan Jepang dialokasikan untuk penelitian dasar. Proporsi pengeluaran penelitian dasar yang ditanggung pemerintah di Jepang juga jauh lebih rendah dibandingkan di Amerika Serikat, begitu pula rasio pengeluaran penelitian dasar terhadap Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang. Pada akhir 1980-an, pemerintah Jepang berusaha memperbaiki kelemahan nasional dalam penelitian dasar dengan melancarkan kampanye "originalitas" yang luas di sekolah-sekolah, memberikan pendanaan penelitian yang besar, serta mendorong kerja sama swasta di berbagai bidang.
Sebagian besar penelitian dan pengembangan dilakukan oleh sektor swasta, meskipun dukungan pemerintah kepada universitas dan laboratorium sangat membantu industri. Pada tahun 1986, industri swasta menyumbang 76 persen dari pendanaan penelitian dan pengembangan, yang sangat kuat pada akhir dekade 1980-an di sektor mesin listrik (dengan rasio biaya penelitian terhadap total penjualan sebesar 5,5 persen pada tahun 1986), instrumen presisi (4,6 persen), kimia (4,3 persen), dan peralatan transportasi (3,2 persen).
Adapun penelitian dan pengembangan pemerintah, komitmen nasional untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan pada tahun 1980-an tercermin dalam peningkatan penelitian dan pengembangan terkait pertahanan. Sementara itu, pemerintah beralih dari mendukung teknologi industri berskala besar, seperti pembuatan kapal dan baja. Fokus penelitian pada tahun 1980-an berada pada energi alternatif, pengolahan informasi, ilmu kehidupan, serta bahan dan perlengkapan industri modern.
Situasi saat ini
Pada tahun 2016, total pengeluaran untuk R&D di Jepang mencapai US$165,7 miliar berdasarkan PPP, yang mewakili sekitar 3% dari PDB negara tersebut yang disesuaikan dengan PPP.