10 orang penjaga menara pengamatan cuaca Sekitar 34.000 orang prajurit Lebih dari 100 kapal perang
Lebih dari 500 orang yang bergabung dengan Pasukan Pejalan Kaki Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (gelombang pertama pasukan) Jumlah prajurit dan warga awam berkisar antara 5183 hingga 5400 orang (Selama masa pendudukan Jepang)[2]
Korban
2 orang wafat terbunuh 7 orang ditangkap 1 orang melarikan diri (kemudian menyerahkan diri)
Tak ada jumlah korban sepanjang dilakukannya pendudukan di pulau Kiska.
Pendudukan Jepang di pulau Kiska atau pendudukan kekaisaran Jepang di pulau Kiska adalah sebuah peristiwa pertempuran ketika terjadinya pergerakan ketentaraan di kepulauan Aleut dengan dimulainya rentetan tindakan angkatan bersenjata Amerika Serikat yang disebut sebagai American Theater (Palagan Amerika dalam bahasa Indonesia) dan terjadinya peristiwa perang Pasifik di masa Perang Dunia Ke-2 yang berlangsung selama setahun dua bulan, yakni lebih tepatnya dari tanggal 6 Juni 1942 hingga 28 Juli 1943. Angkatan bersenjata kekaisaran Jepang memutuskan mengambil alih kendali kekuasaan pulau Kiska dan daerah yang berhampiran dengan pulau Attu agar bisa memertahankan wilayah kekuasaannya yang terletak pada rusuk utara itu dari angkatan bersenjata negara lain, khususnya Amerika Serikat.
Terdapat segelintir penduduk Amerika Serikat yang menghuni pulau Kiska, di antaranya yakni para petugas menara pengamatan cuaca yang kira-kira berjumlah sepuluh dan dua belas orang yang harus berkutat dengan pertempuran menghadapi angkatan bersenjata kekaisaran Jepang yang jumlahnya 5.400 orang. Angkatan bersenjata kekaisaran Jepang menggempur masing-masing menara pengamatan cuaca milik Amerika Serikat tersebut hingga berujung dengan meregang nyawanya dua orang Amerika Serikat akibat terbunuh. Delapan orang sisanya dilempar jauh-jauh ke Jepang untuk menjadi tawanan perang para prajurit kekaisaran Jepang.
Sebagai bentuk sambutan balasan terhadap tindakan Jepang yang menghasut itu, maka pihak Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat dan Angkatan Udara Kerajaan Kanada seia sekata untuk menjatuhkan bom ke arah pulau Kiska. Kapal perang Amerika Serikat pun beberapa kali melancarkan tembakan dan menggencarkan pengepungan kawasan lingkungan pulau Kiska yang merugikan sejumlah kapal perang, kapal pengangkut dan kapal selam milik kekaisaran Jepang akibat tenggelam dan kecacatan pada masing-masing kerangka kapal.
Pada bulan kelima tahun 1943, tentara Amerika Serikat mendarat di pulau Attu (menandakan mulai berlangsungnya pertempuran Attu) dan berhasil memorak-porandakan sebuah tempat kedudukan prajurit milik angkatan bersenjata kekaisaran Jepang. Ketika itu pula, angkatan laut kekaisaran Jepang mengungsi dari tempat tersebut dalam keadaan selamat pada akhir bulan ketujuh tahun 1943. Mulai saat itulah tidak berlanjutnya lagi kekaisaran Jepang menduduki pulau Kiska tersebut. Pergerakan angkatan bersenjata Amerika Serikat dan kekaisaran Jepang di kepulauan Aleut sudah bisa dipastikan berakhir tertanggal 15 Agustus1943, yaitu ketika mendaratnya kekuatan sekutu tentara Amerika Serikat dan Kanada di kawasan lingkungan kepulauan Aleut tanpa mereka sadari pengungsian para tentara kekaisaran Jepang dari sana, termasuk pulau Kiska.
Referensi
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-25. Diakses tanggal 2018-02-21.
Dickrell, Jeff (2001). Center of the Storm: The Bombing of Dutch Harbor and the Experience of Patrol Wing Four in the Aleutians, Summer 1942. Missoula, Montana: Pictorial Histories Publishing Co., Inc. ISBN1-57510-092-4. OCLC50242148.
Feinberg, Leonard (1992). Where the Williwaw Blows: The Aleutian Islands-World War II. Pilgrims' Process. ISBN0-9710609-8-3. OCLC57146667.