Taman kanak-kanak, sekolah dasar (tahun ke-1 hingga ke-6), dan sekolah menengah pertama (tahun ke-7 hingga ke-9) publik dioperasikan oleh distrik kota atau kantor kota setempat. Sekolah menengah atas publik di Tokyo dijalankan oleh Dewan Pendidikan Pemerintah Metropolitan Tokyo dan disebut sebagai "Sekolah Menengah Atas Metropolitan". Tokyo juga memiliki banyak sekolah swasta mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.[1]
Pendidikan tinggi
Tokyo adalah rumah bagi banyak universitas negeri dan swasta, termasuk Universitas Tokyo, universitas paling bergengsi di Jepang.
College Quality and Earnings in the Japanese Labor Market. Hiroshi Ono. SSE/EFI Working Paper Series in Economics and Finance No 395 (Revisi 11 Maret 2003).
Educational Credentials and Promotion Chances in Japanese and American Organizations. Hiroshi Ishida, Seymour Spilerman & Kuo-Hsien Su. American Sociological Review, Vol 62, No 6 (Des., 1997), hlm.866–882.
"Gakureki shakai kasetsu no kento" (Memeriksa hipotesis kredensialisme pendidikan). Bunshiro Ando. Dalam Kenichi Tominaga, ed., Nihon no Kaiso Kozo (1994) University of Tokyo Press, hlm.275–292.
A Review of Higher Education Reform in Modern Japan. Paul Doyon. Higher Education, Vol. 41, No. 4 (Jun., 2001), hlm.443–470.
Japan's Top 30 Universities. William Currie. International Higher Education, Musim Dingin 2002
Engineering Tasks for the New Century: Japanese and U.S. Perspectives (1999) Office of International Affairs