Pendidikan di Afrika Selatan adalah penyelenggaraan pendidikan di Afrika Selatan yang mulai dirintis secara formal sejak tahun 1658 dalam masa perbudakan pribumi Afrika Selatan.[1] Komponen pendidikan di Arfika Selatan terdiri dari pemerintah, masyarakat, peserta didik, orang tua peserta didik dan satuan pendidikan.[2] Setelah berakhirnya Apartheid di Afrika Selatan pada awal dasawarsa 1990-an, pemerintah Afrika Selatan mengadakan pendidikan dengan prinsip keadilan, persamaan hak dan rekonsiliasi nasional.
Perintisan
Pendidikan di Afrika Selatan mulai dirintis sejak pembangunan sekolah sebagai sarana pendidikan formal pada tahun 1658. Namun sekolah formal hanya dibangun untuk kaum penjajah di wilayah Afrika Selatan. Penduduk pribumi di Afrika Selatan saat itu masih dalam kondisi perbudakan. Kondisi pendidikan formal di Afrika Selatan berlaku hanya untuk para penjajah di Afrika Selatan hingga 150 tahun berikutnya. Pendidikan formal mulai diberikan keapada pribumi setelah Inggris menjadikan Afrika Selatan sebagai wilayah jajahannya.[1]
Komponen pendidikan
Komponen pendidikan di Arfika Selatan terdiri dari pemerintah, masyarakat, peserta didik, orang tua peserta didik dan satuan pendidikan. Satuan pendidikan di Afrika Selatan meliputi komponen peserta didik dan teman sebaya, organisasi siswa intra sekolah, kepala sekolah, guru umum, guru pembimbng khusus, dan tenaga kepemimpinan. Komponen pendidikan lain dalam sistem pendidikan di Afrika Selatan adalah praktik pembelajaran serta ruang kelas dan sistem pendukung di dalam kelas dan pembelajaran.[2]
Kebijakan
Pada awal dasawarsa 1990-an, Apartheid yang berlangsung di Afrika Selatan telah berakhir sehingga pemerintahan di Afrika Selatan mengalami pembaharuan termasuk dalam bidang pendidikan. Bidang pendidikan diurusi oleh Pemerintah Afrika Selatan dengan prinsip keadilan, persamaan hak dan rekonsiliasi nasional. Pemerintah Afrika Selatan menerapkan pendidikan multikulutral untuk mengakhiri diskriminasi ras yang terjadi dalam bidang pendidikan pada masa Apartheid. Pendidikan di Afrika Selatan diadakan di sekolah sebagai penerapan prinsip persamaan hak di Afrika Selatan. Kemudian pada tahun 2005, Pemerintah Afrika Selatan menetapkan Kurikulum 2005 yang menganut prinsip hak asasi manusia, demokrasi dan penghormatan terhadap keberagaman.[3]