Istilah bahasa Inggris enlightenment (pencerahan) merupakan terjemahan Barat dari berbagai istilah Buddhisme, terutama bodhi dan vimutti. Kata benda abstrak bodhi (/ˈboʊdi/; Bahasa Sanskerta: बोधि; Bahasa Pali: bodhi) berarti pengetahuan atau kebijaksanaan, atau intelek yang terbangun, dari seorang Buddha.[web 1] Akar kata kerja budh- berarti "terbangun", dan arti harfiahnya lebih dekat dengan kebangkitan. Meskipun istilah buddhi juga digunakan dalam filsafat dan tradisi India lainnya, penggunaan yang paling umum adalah dalam konteks Buddhisme. Vimutti adalah kebebasan dari atau pelepasan terhadap belenggu dan rintangan.
Istilah enlightenment dipopulerkan di dunia Barat melalui terjemahan abad ke-19 oleh filolog Inggris Max Müller. Istilah ini memiliki konotasi Barat tentang wawasan umum terhadap kebenaran atau realitas transendental. Istilah ini juga digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah dan konsep Buddhis lainnya, yang digunakan untuk menunjukkan wawasan (awal) (prajna (Sanskerta), wu (Tionghoa), kensho dan satori (Jepang));[1][2] pengetahuan (vidya); "pemadaman" (nirvana) dari emosi dan keinginan yang mengganggu; serta pencapaian Kebuddhaan tertinggi (samyak sam bodhi), sebagaimana dicontohkan oleh Gautama Buddha.
Apa yang sebenarnya membentuk kebangkitan Buddha tidaklah diketahui secara pasti. Hal itu mungkin melibatkan pengetahuan bahwa pembebasan dicapai melalui kombinasi antara perhatian penuh (mindfulness) dan dhyāna, yang diterapkan pada pemahaman tentang muncul dan lenyapnya keinginan (craving). Hubungan antara dhyana dan wawasan merupakan masalah inti dalam studi Buddhisme, dan merupakan salah satu dasar praktik Buddhis.
Bowker, John, ed. (1997), The Oxford Dictionary of World Religions, Oxford: Oxford University Press, ISBN978-0-19213965-8
Bronkhorst, Johannes (1993), The Two Traditions Of Meditation In Ancient India, Motilal Banarsidass Publ.
Buswell, Robert, ed. (2004), Encyclopedia of Buddhism, MacMIllan reference USA
Cohen, Robert S. (2006), Beyond Enlightenment: Buddhism, Religion, Modernity, Routledge
Faure, Bernard (1991), The Rhetoric of Immediacy. A Cultural Critique of Chan/Zen Buddhism, Princeton, New Jersey: Princeton University Press, ISBN0-691-02963-6
Fischer-Schreiber, Ingrid; Ehrhard, Franz-Karl; Diener, Michael S. (2008), Lexicon Boeddhisme. Wijsbegeerte, religie, psychologie, mystiek, cultuur an literatuur, Asoka
Gimello, Robert M. (2004), "Bodhi", dalam Buswell, Robert E. (ed.), Encyclopedia of Buddhism, MacMillan, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 November 2019, diakses tanggal 5 November 2019
Gombrich, Richard F. (1997), How Buddhism Began. The Conditioned Genesis of the Early Teachings, New Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers Pvt. Ltd.
Gombrich, Richard (2005), Kindness and compassion as a means to Nirvana. In: Paul Williams (ed.), "Buddhism: The early Buddhist schools and doctrinal history; Theravāda doctrine, Volume 2", Taylor & Francis
Harris, Ishwar C. (2004), The Laughing Buddha of Tofukuji: The Life of Zen Master Keido Fukushima, World Wisdom Books, ISBN978-0-941532-62-4
Hodge, Stephen (2003), The Maha-Vairocana-Abhisambodhi Tantra, With Buddhaguya's Commentary, London: RoutledgeCurzon
Nanamoli, Bhikkhu; Bodhi, Bhikkhu (1995), The Middle Length Discourses of the Buddha. A New Translation of the Majjhima Nikaya
Norman, K. R. (1997), A Philological Approach to Buddhism, The Bukkyo Dendo Kyokai Lectures 1994, School of Oriental and African Studies (University of London)
Schmithausen, Lambert (1981), On some Aspects of Descriptions or Theories of 'Liberating Insight' and 'Enlightenment' in Early Buddhism". In: Studien zum Jainismus und Buddhismus (Gedenkschrift für Ludwig Alsdorf), hrsg. von Klaus Bruhn und Albrecht Wezler, Wiesbaden 1981, 199–250
Scott, Rachelle M. (2009), Nirvana for sale? Buddhism, Wealth, and the Dhammakaya Temple in Contemporary Thailand, SUNY Press
Sebastian, C. D. (2005), Metaphysics and Mysticism in Mahayana Buddhism, Delhi: Sri Satguru Publications
Snelling, John (1987), The Buddhist handbook. A Complete Guide to Buddhist Teaching and Practice, London: Century Paperbacks
Vetter, Tilmann (1988), The Ideas and Meditative Practices of Early Buddhism, BRILL
Warder, A. K. (2000), Indian Buddhism, Delhi: Motilal Banarsidass Publishers
Cousins, L. S. (1996), "The origins of insight meditation"(PDF), dalam Skorupski, T. (ed.), The Buddhist Forum IV, seminar papers 1994–1996, London: School of Oriental and African Studies, hlm.35–58, diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 7 May 2021, diakses tanggal 28 November 2014.
Kalupahana, David J. (1992), The Principles of Buddhist Psychology, Delhi: Sri Satguru Publications, ISBN9780887064043.
Low, Albert (2006), Hakuin on Kensho: The Four Ways of Knowing, Boston & London: Shambhala, ISBN9780834826229.
Mohr, Michel (2000), "Emerging from Nonduality: Koan Practice in the Rinzai Tradition since Hakuin", dalam Heine, Steven; Wright, Dale S. (ed.), The Koan: Texts and Contexts in Zen Buddhism, Oxford: Oxford University Press, ISBN9780195117493.
Shankman, R. (2008), The Experience of Samadhi: An In-depth Exploration of Buddhist Meditation, Shambhala, ISBN9781590305218.
Wright, Dale (2016), What is Buddhist Enlightenment?, Oxford University Press, ISBN9780190622596.
Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.