Pada 17 Desember 2014, Presiden AS Obama dan pemimpin Kuba Raúl Castro mengumumkan permulaan proses normalisasi hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba. Perjanjian normalisasi diam-diam dinegosiasikan berbulan-bulan sebelumnya, difasilitasi oleh Paus Fransiskus dan sebagian besar dituanrumahi oleh Pemerintahan Kanada. Pertemuan diadakan di Kanada dan Vatikan.[6] Perjnajian akan memberlakukan penarikan beberapa pembatasan perjalanan, agreement would see the lifting of some U.S. travel restrictions, pengurangan pembatasan terhadap pengiriman, akses bank-bank AS ke sistem keuangan Kuba,[7] dan pembukaan kembali kedutaan besar AS di Havana dan kedutaan besar Kuba di Washington, yang keduanya ditutup pada 1961 setelah pemutusan hubungan diplomatik akibat aliansi dekat Kuba dengan USSR.[8][9] Pada 14 April 2015, pemerintahan Obama mengumumkan bahwa Kuba akan dicoret dari daftar Negara Pendukung Terorisme AS. Dengan tanpa tindakan kongresional untuk membloknya dalam masa yang diizinkan, Kuba resmi dicoret dari daftar tersebut pada 29 Mei 2015. Ini menandai mulai melunaknya sikap keras AS sejak konflik Perang Dingin dan berkurangnya kerenggangan hubungan AS dan Kuba.[10] Pada 20 Juli 2015, "badan kepentingan" Kuba dan AS di Washington dan Havana ditingkatkan menjadi kedubes.[11]
Titik balik
Pada 16 Juni 2017, Presiden Trump memberlakukan pembalikan berbagai kebijakan yang mempermudah embargo AS terhadap Kuba, sambil menyatakan kepentingan Amerika Serikat dalam dialog lanjutan.[12][13] Pembatasan terpilih pada perjalanan dari dan ke Kuba direaktivasi pada 8 November, dengan pembatasan baru diberlakukan pada "transaksi keuangan langsung" dengan usaha-usaha yang berhubungan dengan angkatan bersenjata Kuba dan kemendagri pada 9 November.[14][15] Presiden Biden awalnya memperlonggar pembatasan AS pada pertemuan keluarga dan izin visa pada 2022, tetapi tetap memberlakukan berbagai sanksi terhadap Kuba pada masa berikutnya.[16][17] Pemerintah AS membalas pemerintah Kuba terhadap unjuk rasapelecehan hak asasi manusia pada 2021 dan lagi pada 2024 untuk unjuk rasa serupa.[18][19]
Sejak saat itu, hubungan secara material menurun karena perbedaan tajam terhadap imigrasi, kontraterorisme, hak sipil dan politik, hak asasi manusia di pulau tersebut, campur tangan pemilu, kampanye disinformasi, bantuan kemanusiaan, kebijakan perdagangan, klaim keuangan, ekstradisi buronan dan kebijakan luar negeri Kuba.
↑Parker, K. Quincy (Januari 8, 2015). "CARICOM Launches Five-Year Plan". The Nassau Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 8, 2017. Diakses tanggal Januari 11, 2015. The rapprochement of which Christie spoke has been referred to as 'The Cuban Thaw'.