ICC mengatakan akan melakukan investigasi atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan peran Duterte dalam menggagas Perang Narkoba Filipina yang menewaskan ribuan warga Filipina. Duterte mengatakan pada 10 Maret 2025 di Hong Kong, bahwa ia siap untuk ditangkap jika ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan dan berulang kali membela tindakan keras anti-narkobanya.[1]