Penandaan geografis (dalam bahasa Inggris: geotagging) adalah proses penambahan metadata yang berisi informasi identifikasi geografis pada berbagai jenis media digital, seperti foto, video, situs web, pesan SMS, koderespons cepat, atau umpan webRSS . Metadata tersebut umumnya memuat koordinatlintang dan bujur, tetapi dapat pula mencakup informasi tambahan seperti ketinggian, arah pandang kamera, jarak, tingkat akurasi, nama lokasi, dan penanda waktu.[1] Beberapa perangkat kamera dan ponsel cerdas dilengkapi dengan penerima sinyal sistem pemosisi global yang secara otomatis menyisipkan koordinat geografis pada foto saat pengambilan gambar. Selain itu, pengguna media sosial sering menambahkan penanda lokasi secara manual, misalnya dengan mencantumkan nama kota atau tempat ketika mengunggah foto. Penandaan geografis berfungsi sebagai bentuk metadata geospasial yang memungkinkan pengaitan konten digital dengan lokasi geografis tertentu.[2]
Penandaan geografis merupakan proses yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi yang berkaitan dengan lokasi tertentu melalui perangkat digital.[3] Dengan penandaan geografis, pencarian data dapat dilakukan berdasarkan koordinat geografis, seperti lintang dan bujur. Misalnya ketika pengguna dapat menemukan foto yang diambil di suatu wilayah dengan memasukkan koordinat tersebut ke mesin pencari gambar.[4] Layanan informasi yang dilengkapi penandaan geografis juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berita, situs web, atau sumber data lain yang dikaitkan dengan lokasi tertentu.[5] Penandaan geografis dapat digunakan untuk menampilkan media atau konten yang relevan dengan lokasi yang sedang diakses.[6]
Implikasi Privasi
Beberapa kajian ilmiah dan laporan telah menyoroti implikasi privasi dari penggunaan penandaan geografis.[7][8][9] Salah satu isu utama adalah penyematan otomatis data lokasi pada foto yang diambil menggunakan ponsel cerdas, yang sering kali tidak disadari oleh pengguna. Menyebabkan foto yang diunggah ke internet dapat berisi informasi koordinat lokasi tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dalam beberapa kasus hal ini telah menyebabkan kebocoran lokasi pribadi, termasuk tempat tinggal individu.[10][11]
Peristiwa terkait
Pada tahun 2007, empat helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan hancur akibat serangan mortir oleh kelompok bersenjata di Irak, setelah koordinat lokasi helikopter diketahui melalui foto yang memiliki penandaan geografis diunggah oleh personel militer ke internet.[12] Penandaan geografis menimbulkan kekhawatiran dalam bidang konservasi satwa liar, karena foto hewan langka yang disertai data lokasi dapat dimanfaatkan oleh pemburu liar untuk menemukan target buruan.[13][14]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.