Penalaan gitarRentang suara gitar dengan penyeteman standarPenyeteman standar (dengar)
Penalaan gitar atau setem gitar (bahasa Inggris:guitar tuningcode: en is deprecated ) adalah penetapan tala nada pada gitarsenar terbuka, termasuk gitar akustik, gitar listrik, dan gitar klasik. Penyeteman ini diuraikan menggunakan tala nada tertentu dari not musik Barat. Sesuai konvensi, not-not diurut dan diatur mulai dari senar tala nada terendah (yaitu, not dengan suara bas terdalam) ke senar tala nada tertinggi (yaitu, not dengan suara tertinggi), atau senar yang paling tebal hingga yang paling tipis, atau frekuensi terendah ke yang tertinggi.[1] Hal ini terkadang membingungkan gitaris pemula, karena senar dengan pitch (tala nada) tertinggi disebut senar ke-1, dan senar terendah disebut senar ke-6.
Penyeteman standar mendefinisikan tala nada senar sebagai E (82.41 Hz), A (110 Hz), D (146.83 Hz), G (196 Hz), B (246.94 Hz), dan E (329.63 Hz), dari tala nada terendah (E2) hingga tertinggi (E4). Penyeteman standar digunakan oleh kebanyakan gitaris, dan penyeteman yang sering digunakan dapat dipahami sebagai variasi dari penyeteman standar. Untuk membantu menghafal not-not tersebut, digunakan mnemonik, misalnya, Eddy Ate Dynamite, Good Bye Eddy.[2]
Istilah penalaan gitar dapat merujuk pada satuan tala nada selain penyeteman standar, yang juga disebut tidak standar atau alternatif.[3] Ada ratusan jenis penalaan tersebut, sering kali dengan varian kecil dari penalaan yang sudah tetap. Komunitas gitaris dengan tradisi musik serupa sering menggunakan gaya setem yang sama atau serupa.
Penyetelan Instrumental
Ini adalah penyetelan di mana beberapa atau semua senar disetel ulang untuk meniru penyetelan standar alat musik lain, misalnya lut, banjo, sitar, mandolin, dan sebagainya. Banyak dari penyetelan ini tumpang tindih dengan kategori lain, terutama penyetelan terbuka dan modaal.
Kapodaster (/ˈkeɪp oʊˌkæ-ˌkɑː-/ KAY-poh, KAH-; singkatan dari capodastro, capo tasto, atau capotasto, dalam bahasa Italia berarti "kepala leher") — alat yang digunakan musisi pada leher alat musik berdawai (biasanya fret) untuk mentransposisi dan memendekkan panjang main senar, sehingga menaikkan nada suara.[4][5][6][7] Ini adalah alat yang umum dipakai oleh pemain gitar, mandolin, mando, banjo, ukulele, dan bouzouki. Semua jenis kapodaster harus dipasang setelah penyetelan baru, dengan meletakkan batang dari atas ke bawah tepat di belakang fret, agar semua senar memiliki posisi dan tekanan yang sama. Jika senar melengkung atau tidak terpasang dengan benar, alat tersebut akan terdengar tidak tepat nada pada nada baru. Beberapa jenis kapodaster dapat merusak leher gitar jika dipasang dengan salah.[8]
Ini adalah salah satu alat paling penting dalam perlengkapan gitaris. Dengan menjepit melintang di leher gitar, kapodaster menaikkan penyetelan gitar, membuka nada baru, akord baru, dan kemungkinan kreatifitas baru.[9] Musisi biasanya menggunakan kapodaster untuk menaikkan nada alat berfret agar dapat bermain di nada lain dengan menggunakan posisi jari yang sama seperti pada fret terbuka (yaitu tanpa kapodaster). Pada dasarnya, kapodaster menggunakan fret dari alat musik untuk membuat batas nada baru di nada yang lebih tinggi daripada batas asli alat tersebut.
Musisi juga menggunakan kapodaster untuk menyetel gitar yang disetel di bawah standar menjadi penyetelan standar.[10] Pabrikan terkadang menganjurkan untuk menyetel gitar dua belas senar satu nada atau lebih rendah dari standar guna mengompensasi ketegangan tambahan dari senar tambahan.[11] Kapodaster dapat menaikkan penyetelannya ke standar. Namun, berkat kemajuan teknologi pembuatan, banyak gitar dua belas senar modern disetel pada penyetelan standar.[12]
Allen, Warren (22 September 2011) [30 December 1997]. "WA's encyclopedia of guitar tunings". (Recommended by Marcus, Gary (2012). Guitar zero: The science of learning to be musical. Oneworld. hlm.234. ISBN9781851689323.). Diarsipkan dari asli tanggal 13 July 2012. Diakses tanggal 27 June 2012.
Annala, Hannu; Mätlik, Heiki (2007). "Composers for other plucked instruments: Rudolf Straube (1717–1785)". Handbook of Guitar and Lute Composers. Diterjemahkan oleh Katarina Backman. Mel Bay. ISBN978-0-786-65844-2.
Denyer, Ralph (1992). "Playing the guitar ('How the guitar is tuned', pp.68–69, and 'Alternative tunings', pp.158–159)". The guitar handbook. Special contributors Isaac Guillory and AlastairM.Crawford (Edisi Fully revised and updated). London and Sydney: Pan Books. hlm.65–160. ISBN0-330-32750-X.
Roche, Eric (2004). "5 Thinking outside the box". The acousticguitar Bible. London: Bobcat Books Limited, SMT. hlm.151–178. ISBN1-84492-063-1.
Sethares, Bill (2009) [2001]. Alternate tuning guide(PDF). Madison, Wisconsin: University of Wisconsin; Department of Electrical Engineering. Diakses tanggal 19 May 2012.
Tamm, Eric (2003) [1990]. "Chapter Ten: Guitar Craft". Robert Fripp: From crimson king to crafty master. Faber and Faber. ISBN0-571-16289-4. Diarsipkan dari asli tanggal 26 October 2011. Diakses tanggal 25 March 2012– via Progressive Ears.