Pemilihan umum presiden digelar di Mesir pada tanggal 26 sampai 28 Mei 2014. Hanya ada dua calon presiden, yakni mantan jenderal angkatan bersenjata Abdel Fattah el-Sisi dan pemimpin sayap kiri Hamdeen Sabahi.[1][2] Pemilu ini digelar hampir satu tahun setelah protes Juni 2013, yang berakhir dengan digulingkannya Mohamed Morsi oleh el-Sisi.[2][3][4] Pemilu ini awalnya direncanakan akan digelar selama dua hari, tetapi rendahnya tingkat partisipasi pemilih menyebabkan waktu pemilihan diperpanjang menjadi tiga hari. Laporan tidak resmi menunjukkan el-Sisi berhasil meraih suara sebesar 96% sekaligus menjadi pemenang pemilu ini.[5]
Hasil
Hasil tidak resmi menunjukkan bahwa dari 54 juta warga Mesir yang telah memiliki hak pilih, hanya setengahnya, atau 25,6 juta, yang datang ke tempat pemungutan suara.[6] Dari 25,6 juta pemilih, 23,9 juta di antaranya memilih el-Sisi, sedangkan yang memilih Sabahi hanya 756.000.[7] Setelah hasil tidak resmi ini diumumkan, ratusan pendukung el-Sisi mengadakan perayaan di Kairo.[6]
Jumlah warga negara yang telah memiliki hak pilih: 53.515.058
Suara sah: 24.016.606
Suara tidak sah: 1.022.772
Jumlah warga negara yang menyalurkan hak pilih: 25.039.378