Pada pemilihan ini, pasangan nomor tiga Nur Hidayah-Ahmadi Riansyah diusung oleh 8 partai politik, yaitu Golkar, Demokrat, PDI-P, PAN, PKB, PKS, PPP, dan NasDem.[2]
Pemilihan
Partisipasi pemilihan dalam pilkada kota Waringinbarat 2017 yang masuk dari data KPU hingga saat ini sebanyak 61% atau sekitar 108 ribu suara. Sedangkan DPT Pilkada Kotawaringin Barat sebanyak 175.880 suara.[3]
Hasil
Berikut hasil rekapitulasi suara KPU Kotawaringin Barat:[4]
Pasangan
Persentase
Suara
BAMBANG PURWANTO, S.ST., M.H. dan SAID H. SYAMSUDDIN NOOR, S.H.
15.43%
17.272 suara
Dr. drg. INDRAWAN SAKTI, M.Kes. dan H. NORHANUDDIN AR., S.Pd., M.Pd.
5.20%
5.819 suara
Hj. NURHIDAYAH, S.H., M.H. dan AHMADI RIANSYAH
52.43%
58.701 suara
H. DESI HERCULES, S.H., M.H. dan GUSTI MOCH. AWALUDIN M., S.Hut.
18.94%
21.208 suara
H. EKO SOEMARNO, S.H., M.Kn. dan YUDIE, S.E., S.Pd., M.Si.
8.01%
8.964 suara
Total
100%
111.964 suara
Dengan demikian, pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat (Kobar) nomor urut 3, Nurhidayah-Ahmadi Riansyah (Nurani) unggul dengan persentase 52% atau 55.483 suara.[5]
Kontroversi
Dalam pilkada Kotawaringin Barat tahun ini, terdapat kerusuhan mengenai politik uang sebelum pemilihan berlangsung. Namun belum ditemukan pelakunya berasal dari pasangan calon yang mana.[6]