Pemilihan umum diadakan di Ceylon (sekarang Sri Lanka) pada 1956. Setelah kematian Perdana Menteri pertama D. S. Senanayake, mantan pemimpin Dewan S.W.R.D. Bandaranaike berpindah ke oposisi untuk membentuk Partai Kebebasan Sri Lanka agar menjadikannya Perdana Menteri.
Latar belakang
Partai-partai Tamil mengkampanyekan untuk mempertahankan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.
Rajasingham, K. T. (24 November 2001). "Chapter 16: 'Honorable wounds of war'". Sri Lanka: The Untold Story. Asia Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2001-12-15. Diakses tanggal 2016-01-04.